Kenapa QRIS Jadi Pionir Pembayaran Digital di Indonesia? Begini Penjelasannya

  • 23 Agt 2026 06:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pionir Interoperabilitas: QRIS mengusung konsep "satu QR untuk semua" sejak 2019, menjadikannya jauh lebih efisien dibandingkan sistem pembayaran di negara lain yang masih terkotak-kotak.
  • Lonjakan Kinerja Signifikan: Sepanjang kuartal kedua 2026, volume transaksi QRIS meroket 100% year-on-year hingga menyentuh angka 6,87 miliar transaksi.
  • Penguatan Keamanan Ekosistem: ASPI bersama regulator memperketat verifikasi KYC/KYM serta menerapkan fraud detection system guna mencegah penyalahgunaan transaksi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia terbukti menjadi salah satu pionir terdepan dalam inovasi sistem pembayaran digital di kawasan regional berkat kesuksesan implementasi QRIS yang mengusung konsep satu kode untuk semua aplikasi. Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Yanti Pusparini, mengungkapkan bahwa fondasi interoperabilitas yang dibangun sejak 2019 ini membuat ekosistem pembayaran digital nasional jauh lebih efisien dibandingkan negara lain.

Berbeda dengan sistem di luar negeri di mana pedagang masih harus memasak berbagai jenis QR atau mesin EDC yang terkotak-kotak, Indonesia menyatukan seluruh transaksi dalam satu stiker QRIS yang universal. "Berbeda dengan di China misalnya, kadang-kadang kita melihat pembayaran dengan satu aplikasi tidak bisa menerima pembayaran merchant-nya kalau dari aplikasi lain jadi masih silos, sementara Indonesia sudah sejak 2019 satu QR untuk semua," jelas Yanti.

Keunggulan sistem yang praktis ini berdampak langsung pada lonjakan adopsi masyarakat yang tercatat sangat fantastis sepanjang kuartal kedua (Q2) 2026. Berdasarkan data ASPI, volume transaksi QRIS telah menembus 6,87 miliar transaksi atau meroket hingga 100 persen secara year-on-year.

Pertumbuhan volume yang masif tersebut turut dibarengi dengan kenaikan nilai transaksi yang mengesankan hingga mencapai 90 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Lonjakan ini sekaligus menegaskan bahwa QRIS telah sukses bertindak sebagai game changer yang mengubah perilaku masyarakat dari kebiasaan bertransaksi tunai menjadi sepenuhnya nontunai.

Di balik ekspansi transaksi yang masif, pihak industri dan regulator berkomitmen penuh untuk terus memperketat aspek perlindungan konsumen serta keamanan sistem pembayaran secara menyeluruh. "Keamanan ini merupakan priority bagi kami di industri sistem pembayaran, tentu saja harus memastikan bahwa ada potensi merchant baru khususnya UMKM nanti beralih ke QRIS yang harus kita perhatikan dengan memperketat proses verifikasi," kata Yanti.

Langkah pengamanan tersebut diwujudkan melalui penguatan prosedur verifikasi nasabah dan pedagang lewat standar Know Your Customer serta Know Your Merchant yang ketat. Selain itu, implementasi sistem deteksi penipuan atau Fraud Detection System yang proaktif dioperasikan untuk mencegah potensi penyalahgunaan transaksi ilegal.

Sebagai pelengkap ekosistem, upaya literasi keuangan digital juga digencarkan secara masif melalui sinergi bersama Bank Indonesia lewat kampanye Geber PK. Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini, tingkat inklusi keuangan yang sudah berada di atas 90 persen diharapkan mampu berjalan seiring dengan peningkatan literasi masyarakat.

Saksikan perbincangan mendalam mengenai strategi dan masa depan sistem pembayaran digital Indonesia di RRI PRO3 Official YouTube. Mari terus dukung kemajuan ekonomi digital nasional melalui pemanfaatan QRIS yang aman, mudah, dan handal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....