IHSG Dibuka Menguat 0,35 Persen pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
- 21 Agt 2026 09:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka pada level 6.524,07, atau turun 22,49 poin sebesar 0,35 persen.
- Fanny Suherman memprakirakan IHSG bergerak sideways dengan support 6.450-6.500 dan resistansi 6.520-6.600.
- BEI akan menguji perubahan batas minimum harga saham dan menargetkan implementasi pada 7 September 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 6.524,07 atau turun 22,49 poin (0,35 persen).
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprakirakan IHSG bergerak sideways pada perdagangan Jumat. Proyeksi tersebut menyusul penguatan IHSG sebesar 1,68 persen ke level 6.501,59 pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Penguatan sebelumnya didukung aliran modal asing melalui net buy saham senilai Rp734 miliar. Saham yang paling banyak dibeli investor asing meliputi AMMN, BBRI, ANTM, BRMS, dan PSAB.
"Untuk hari ini, IHSG berpotensi sideways di sekitar 6.450-6.500. Jika IHSG menembus level di atas 6.520, baru akan melanjutkan penguatan ke 7.300 middle term," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat, 21 Agustus 2026.
Fanny memproyeksikan level support IHSG berada pada rentang 6.450 hingga 6.500. Sementara itu, level resistansi diperkirakan berada pada kisaran 6.520 hingga 6.600.
Pergerakan IHSG diprakirakan cenderung datar karena investor masih mencermati perkembangan pasar global. Sebelumnya, bursa saham Wall Street melemah akibat kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,32 persen, S&P 500 melemah 0,87 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,00 persen. "Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun dan 10 tahun sempat memangkas kenaikannya sesaat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan pernyataannya," ujar Fanny.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan rencana peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah Amerika Serikat. Rencana tersebut dinilai dapat menekan biaya pinjaman dan turut mendorong penguatan bursa saham Asia.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,36 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,8 persen, dan Kospi Korea Selatan melonjak 5,89 persen. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia atau BEI juga menyiapkan sejumlah perubahan kebijakan perdagangan saham.
"BEI berencana mengubah batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai. Pembatasan yang dilakukan, dari harga Rp50 menjadi Rp1 per saham," kata Tim Phintraco Sekuritas.
BEI juga berencana menghapus sejumlah kriteria pada Papan Pemantauan Khusus. Selain itu, BEI akan menyesuaikan klasifikasi batasan auto rejection, termasuk ketentuan auto rejection bawah atau ARB.
Perubahan tersebut akan diuji coba bersama anggota bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026. "BEI menargetkan perubahan tersebut mulai diimplementasikan pada 7 September 2026," ucap Tim Phintraco.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....