Pasar Bersikap "Wait and See", Rupiah Menguat Sepanjang Siang Ini

  • 19 Agt 2026 13:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rupiah menguat ke level Rp17.843 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hingga jeda siang Rabu 19 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak pembukaan perdagangan hingga jeda siang, Rabu 19 Agustus 2026. Ini terjadi di tengah penantian pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Rupiah sempat menguat pada pembukaan perdagangan di level Rp17.843 per dolar AS, dibandingkan saat penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Saat itu, Selasa 18 Agustus 2026, rupiah ditutup di posisi Rp17.862 per dolar AS.

Penguatan rupiah bertahan hingga jeda siang ke posisi Rp17.836 per dolar AS, naik 0,14 persen atau 24 poin. Pengumuman BI Rate pada Rabu 19 Agustus 2026 siang akan mempengaruhi pergerakan rupiah hingga penutupan perdagangan sore hari.

Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memprakirakan rupiah akan melemah meski tipis. Menurut dia, faktor eksternal berupa eskalasi geopolitik di Timur Tengah akan ikut mempengaruhi nilai tukar rupiah.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS,” ujarnya. “Selain eskalasi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dunia juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah.”

Namun, Lukman mengatakan perlemahannya mungkin akan bersifat terbatas. “Nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp17.800-17.900 per dolar AS,” ucapnya.

Sementara itu indeks dolar AS bergerak di rentang 99,55-99,65. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh aksi mahasiswa, meski tidak signifikan sepanjang tidak anarkis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....