Rupiah Respons Positif Pidato Nota Keuangan, Rupiah Ditutup Meenguat

  • 14 Agt 2026 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,28 persen atau 50 poin ke posisi Rp17.827 per dolar AS
  • Rupiah ditutup menguat, sebagai respons terhadap target Pemerintah terkait nilai tukar rupiah
  • Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS dalam RAPBN 2027

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,28 persen atau 50 poin ke posisi Rp17.827 per dolar AS.

"Rupiah ditutup menguat, sebagai respons terhadap target Pemerintah terkait nilai tukar rupiah," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 14 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS dalam RAPBN 2027.

Tim Phintraco menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo memberikan sentimen positif ke pasar. Dalam pidatonya, Kepala Negara mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 tercatat 5,61 persen dan triwulan II sebesar 5,45 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu, disebut sebagai yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1,931 triliun dan menyerap 2.l,7 juta lapangan kerja.

Sedangkan pada semester I-2026, realisasi mencapai Rp1.010 triliun dan menyerap 1,4 juta lapangan kerja baru. Pemerintah juga mempercepat pengembangan KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat rantai pasok dan aktivitas ekonomi daerah.

"Dalam pandangan kami, berbagai kebijakan tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi dan earnings emiten. Terutama sektor energi, komoditas, perbankan, konstruksi, dan industri dasar, seiring dengan peningkatan investasi, hilirisasi, serta aktivitas ekonomi domestik," kata Tim Phintraco.

Namun, Tim Phintraco menggarisbawahi masalah efektivitas implementasi dan realisasi proyek. Keduanya tetap menjadi faktor kunci dalam menentukan dampaknya terhadap kinerja emiten.

Sementara itu, Analis Pasar Uang, Lukman Leong melihat adanya faktor eksternal yang ikut menopang penguatan rupiah. "Serentetan data ekonomi di AS yang perlambatannya di luar harapan, membuat dolar AS melemah," ucap Lukman.

Pelemahan dolar AS itulah yang mendorong penguatan rupiah. Indeks dolar AS tercatat menurun tipis menjadi 99,96.

Indeks dolar AS melemah, setelah rilis Indeks Harga Produsen yang melemah di bulan Juli menjadi 4,7 persen. Pada bulan Juni, Indeks Harga Produsen tercatat 5,5 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....