Rupiah Menguat Jelang Penyampaian Nota Keuangan oleh Presiden Prabowo
- 14 Agt 2026 13:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.00 WIB, rupiah menguat di posisi Rp17.837 per dolar AS
- Rupiah menguat di tengah Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Sidang Tahunan MPR dalam rangka HUT ke-81 RI
- Selain Pidato Presiden Prabowo, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif sejak pembukaan perdagangan hingga jeda siang, dengan kecenderungan menguat. Berdasarkan data Bloomberg, saat pembukaan perdagangan berada di posisi Rp17.873 per dolar AS.
Sedangkan saat jeda siang, pada pukul 12.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.837 per dolar AS. Rupiah menguat di tengah Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Sidang Tahunan MPR dalam rangka HUT ke-81 RI.
Pelaku pasar hari ini akan memusatkan perhatiannya ke gedung MPR/DPR. Setelah pidato pertama, Presiden Prabowo akan menyampaikan Pidato Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan.
"Pelaku pasar akan mencermati pidato presiden Prabowo," kata Analis Pasar Uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, Jumat, 14 Agustus 2026. Sehingga rupiah masih akan terus bergerak hingga penutupan perdagangan sore hari.
Fikri justru memprakirakan nilai tukar rupiah kemungkinan akan melemah terhadap dolar AS. "Meski pelemahannya tipis ke kisaran Rp17.800 per dolar AS," ujarnya.
Selain Pidato Presiden Prabowo, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS. Kamis malam, AS merilis data Indeks Harga Produsen bulan Juli yang tercatat sebesar 3,3 persen secara tahunan.
"Perkembangan Indeks Harga Produsen relatif terjaga," ucap Fikri.Selanjutnya, pasar akan melihat data penjualan ritel di AS yang akan dirilis pekan ini.
Dinamika di Timur Tengah antara AS-Iran juga masih mempengaruhi pergerakan dolar AS, yang berimbas pada mata uang lainnya. Pernyataan terbaru Garda Revolusi Iran menyatakan pihaknya punya rudal canggih yang mampu menghalau serangan rudal AS.
Pernyataan itu membuat situasi di kawasan makin rentan. Iran juga menyatakan tidak akan membuka Selat Hormuz dan memegang kendalinya bersama Oman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....