IHSG Diprakirakan 'Sideways' jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

  • 14 Agt 2026 07:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelaku pasar menantikan dan akan mencermati isi pidato kenegaraan Presiden Prabowo hari ini
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan stagnan dalam perdagangan hari ini
  • IHSG diprakirakan akan bergerak sideways (datar) pada kisaran 6.230-6.370

RRI.CO.ID, Jakarta - Pelaku pasar menantikan dan akan mencermati isi pidato kenegaraan Presiden Prabowo hari ini. Sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan akan stagnan dalam perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, IHSG ditutup turun 1,13 persen ke level 6.301,77. Penurunan IHSG disertai aliran keluar modal asing ditandai dengan aksi jual saham oleh investor asing.

Net sell (jual bersih) asing tercatat sebesar Rp1,38 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, PTRO, BRPT, DSSA, dan ASII.

"Hari ini, IHSG diprakirakan akan bergerak sideways (datar) pada kisaran 6.230-6.370. Investor akan menantikan pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 14 Agustus 2026.

Tim Phintraco mencermati pernyataan Badan Anggaran DPR RI terkait Program Kerja Prioritas Nasional 2027. Program kerja tersebut terdiri dari 8 kluster yang menjadi prioritas utama.

Yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, serta pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, dan perumahan. Serta ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Sementara itu Bank Indonesia melaporkan pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp720 triliun hingga Juni 2026. Pertumbuhannya tercatat sebesar 11,43 persen secara tahunan.

Momentum perluasan pembiayaan syariah didukung oleh kinerja industri yang terus meningkat. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai Rp816 triliun, tumbuh 13,13 persen secara tahunan hingga Juni 2026.

Di sisi dunia usaha, rantai pasok halal tumbuh 5,5 persen secara tahunan. Outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp95 triliun pada periode yang sama.

"Perkembangan tersebut membuka ruang yang semakin besar bagi pembiayaan syariah. Utamanya untuk mendukung investasi produktif dan ekspansi sektor riil," ujar Tim Phintraco.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....