Menko Airlangga Minta Emiten Jaga Kepercayaan Investor yang Semakin Teliti
- 11 Agt 2026 17:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, kembali mendorong para emiten di pasar modal Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan investor yang semakin kritis.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, kembali meminta para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan kepercayaan investor. Sehingga pasar modal Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi skalanya yang besar, tetapi juga semakin likuid dan berkualitas.
“Investor semakin memperhatikan likuiditas, struktur kepemilikan, adequate free float, tata kelola, serta kualitas keterbukaan informasi,” katanya di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026. Menurut Airlangga, pemerintah terus memperkuat reformasi pasar modal bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Bank Indonesia (BI).
“Penguatan kepercayaan investor perlu diikuti peningkatan kualitas perusahaan tercatat sebagai penghubung antara pasar keuangan dan sektor riil,” ujarnya. “Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal.”
Menko menambahkan penghimpunan dana yang optimal akan mempercepat ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas. Menurut dia, pemerintah berupaya memberikan dukungan pada dunia usaha yang menghadapi kendala dalam menjalankan kegiatan atau investasinya.
Airlangga mengimbau para pelaku usaha untuk langsung menyampaikan persoalannya pada Satgas Debottlenecking. Menurut dia, satgas ini akan memberikan solusi secara langsung atas persoalan dunia usaha.
"Pemerintah akan terus berupaya agar perekonomian Indonesia bergerak dan optimis,” ucapnya. “Indonesia relatif masih bisa memitigasi gejolak global, sehingga perekonomian masih tumbuh di atas 5 persen.”
Menko mengatakan tingkat inflasi juga terjaga dalam kisaran target di tengah kenaikan harga minyak dunia. Penilaian dari sejumlah lembaga rating internasional terhadap kondisi ekonomi Indonesia juga positif.
Saat ini, lanjut dia, pasar modal Indonesia memiliki jumlah investor terbesar di kawasan ASEAN. Selain itu menjadi bursa kedua terbesar di ASEAN dalam kategori jumlah perusahaan tercatat.
"Jadi tidak perlu khawatir berlebihandan tidak perlu takut dengan penilaian lembaga rating,” ujarnya menegaskan. Menko menjamin kondisi perekonomian sejauh ini masih stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....