OJK Siapkan "Credit Scoring" untuk Perluas Pembiayaan UMKM
- 11 Agt 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- OJK mulai membahas pemanfaatan "credit scoring" untuk memperluas akses pembiayaan UMKM.
- Akses pembiayaan formal untuk UMKM masih terkendala kapasitas usaha, legalitas, dan pencatatan keuangan.
RRI.CO.ID, Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membahas pemanfaatan credit scoring untuk memperluas akses pembiayaan UMKM. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembiayaan yang lebih inklusif dan sesuai karakteristik UMKM.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan akses pembiayaan UMKM terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengakses pembiayaan formal.
“Banyak pelaku UMKM yang belum mampu mengakses pembiayaan formal,” ujarnya di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026. Ini karena mereka masih menghadapi keterbatasan kapasitas usaha, legalitas, pencatatan keuangan, informasi pasar, serta keterhubungan dengan rantai pasok.
Menurut Dian, OJK perlu membangun ekosistem pembiayaan yang lebih terintegrasi untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. Pendekatan ini mencakup peningkatan kapasitas, pendampingan, akses pasar, digitalisasi, hingga pembiayaan.
Credit score adalah nilai yang menunjukkan kinerja seseorang dalam membayar cicilan utang. Ini digunakan oleh bank untuk mempertimbangkan apakah orang itu bisa dipercaya atau malah sangat berisiko jika diberi pinjaman.
Dian mengatakan OJK telah menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Regulasi tersebut mendorong model pembiayaan yang lebih inklusif, inovatif, dan sesuai karakteristik UMKM di Indonesia.
Saat ini OJK melakukan monitoring implementasi POJK tersebut dan mendorong kemudahan akses pembiayaan. OJK juga mulai membahas pemanfaatan credit scoring dalam mendukung pembiayaan UMKM.
“Dengan ekosistem yang kuat, maka pembiayaan tidak lagi menjadi tujuan akhir melainkan katalis bagi peningkatan produktivitas,” ucapnya. “Perluasan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing UMKM merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.”
Selain credit scoring, OJK juga menyiapkan ekosistem data pembiayaan UMKM yang lebih terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sistem informasi pembiayaan, penyempurnaan dashboard, serta penyusunan indeks pembiayaan UMKM.
OJK berharap berbagai langkah tersebut dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Pembiayaan yang lebih mudah dan sesuai kebutuhan diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor UMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....