Rupiah Dibuka Menguat Ditopang Harga Minyak Dunia yang Cenderung Turun

  • 06 Agt 2026 09:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,18 persen atau 32 poin ke posisi Rp17.901 per dolar AS
  • Rupiah menguat di tengah penurunan harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak didorong oleh optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali
  • Sentimen pasar juga masih dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak ke zona positif dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,18 persen atau 32 poin ke posisi Rp17.901 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan hari Rabu kemarin, rupiah menguat 0,52 persen ke posisi Rp17.933 per dolar AS. "Rupiah diprakirakan menguat terhadap dolar AS hari ini," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Kamis, 6 Agustus 2026.

Rupiah menguat di tengah penurunan harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak didorong oleh optimisme bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.

Harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global naik tipis ke kisaran USD79,43–USD79,54 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah ke level USD74,69–USD75,27 per barel

Sentimen pasar, kata Lukman, juga masih dipengaruhi oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II 2026. Pertumbuhan sebesar 5,29 persen lebih tinggi dari prakiraan para analis, dan menjadi pendorong menguatnya rupiah.

"Hari ini rupiah diprakirakan akan bergerak di kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS," ucap Lukman. Sedangkan indeks dolar AS berada di kisaran level 99,67-99,80.

Sementara itu, Tim Mirae Asset Sekuritas mengatakan, penguatan rupiah lebih ditopang oleh perkembangan faktor global. Diantaranya karena menguatnya mata uang Yen Jepang

"Mata uang Yen Jepang menguat pascaintervensi terkoordinasi Jepang–AS. Sehingga dolar AS tertekan, membuat mata uang emerging market menguat," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.

Tim Analis Mirae juga mencermati langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memperkuat likuiditas perbankan. Menkeu menambah penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp70 triliun ke bank-bank Himbara.

Sehingga total dana pemerintah yang ditempatkan di sistem perbankan meningkat menjadi sekitar Rp451 triliun. Di sisi lain diberikan perpanjangan jatuh tempo penempatan sebesar Rp281 triliun hingga 27 Juli kemarin.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit. Selain itu, akan memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung agenda pertumbuhan ekonomi pemerintah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....