Awal Pekan Rupiah Dibuka Naik, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

  • 03 Agt 2026 11:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,22 persen ke posisi Rp17.983 per dolar AS
  • Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah. Namun kenaikan rupiah masih terbatas
  • Bank Indonesia (BI) mampu membatasi pelemahan rupiah dengan langkah stabilisasi yang dilakukannya

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,22 persen ke posisi Rp17.983 per dolar AS.

Pada akhir pekan kemarin, rupiah juga ditutup naik 0,49 persen ke posisi Rp18.022 per dolar AS. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Senin, 3 Agustus 2026.

Harapan akan perdamaian itu muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump hari Minggu kemarin. "Trump mengatakan bahwa ia telah membatalkan rencana serangan ke Iran," ucap Lukman.

Trump mengklaim pembatalan itu atas permintaan dari Teheran dan negara-negara tetangganya di kawasan. Meskipun Iran selalu menegaskan akan membalas setiap serangan yang diarahkan ke negaranya.

"Namun penguatan rupiah akan terbatas. Para investor menantikan rilis data-data ekonomi domestik penting siang ini," ujar Lukman.

Dia memprakirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.950-Rp18.100 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS terpantau melemah ke level 99,80.

Tim Mirae Asset Sekuritas menilai Bank Indonesia (BI) mampu membatasi pelemahan rupiah dengan langkah stabilisasi yang dilakukannya. Langkah stabilisasi yang dilakukan BI antara lain melakukan intervensi di pasar valuta asing domestik maupun di luar negeri.

Sementara itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) turun di seluruh tenor. Imbal hasil tenor 10 tahun bertahan di 7,34 persen dan tenor 2 tahun turun menjadi 7,01 persen.

Sedangkan penurunan imbal hasil obligasi AS (US Treasury) mendorong spread SBN–UST tenor 10 tahun melebar menjadi 269,3 bps dan spread tenor 2 tahun menyempit menjadi 277,4 bps.

"Sehingga daya tarik imbal hasil SBN Indonesia tetap terjaga. Meski ketidakpastian eksternal masih tinggi," kata Tim Analis Mirae Asset Sekuritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....