IHSG Ditutup Menguat 1,1 Persen ke Level 6.175,53

  • 17 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat 67,33 poin atau 1,1 persen ke level 6.175,53 pada perdagangan Jumat
  • Penguatan IHSG ditopang sentimen domestik setelah S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil
  • Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp283,41 miliar pada perdagangan sebelumnya, memberikan sentimen positif bagi pasar

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat di penutupan sesi perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 6.175,53 atau naik 67,33 poin (1,1 persen).

Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat bergerak dan menyentuh posisi terendah pada 6.079,32 hari ini. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat ke level 6.112,84.

Pergerakan IHSG didominasi 349 saham menguat, 261 saham melemah, dan 187 saham stagnan. Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai 15,85 triliun rupiah.

Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 28,7 miliar lembar. Dengan frekuensi lebih dari 2 juta kali transaksi.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan penguatan IHSG ditopang sentimen positif dari dalam negeri. Hal ini terjadi di tengah bursa regional Asia yang cenderung melemah akibat meningkatnya konflik Amerika Serikat dan Iran.

"Jelang akhir pekan ini indeks IHSG menguat katalis positif pasca S&P mempertahakan outlook Indonesia. Di mana mengafirmasi Sovereign Credit Rating pada peringkat BBB dengan outlook stabil," kata Tim Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Pilarmas, penilaian tersebut memberikan harapan terhadap kepercayaan pasar pada perekonomian dalam negeri. Sentimen positif lainnya berasal dari aktivitas investor asing pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy di pasar reguler sebesar Rp283,41 miliar. Meski aliran dana asing masih terbatas, kondisi tersebut dinilai memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan.

"Meskipun inflow asing masih terbatas namun demikian tentunya memberikan positif pada pasar keuangan. Tentunya sebuah harapan dan atau menandai pembalikan arah setelah berbulan-bulan mengalami arus keluar dana asing," ucapnya.

Sementara dari sisi eksternal, Pilarmas mencermati meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan tersebut membuat bursa regional Asia cenderung bergerak melemah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....