Naik Tipis, IHSG Ditutup Menguat di Level 6.039 pada Penutupan Perdagangan Selasa

  • 14 Jul 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat 1,68 poin (0,03 persen) di level 6.039,52 pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, dengan 422 saham menguat, 206 melemah, dan 165 stagnan.
  • Pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang blokade kapal Iran dan tarif 20 persen untuk kargo di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak WTI 9,4 persen ke USD78 per barel dan Brent naik 9,6 persen ke USD83 per barel.
  • Nilai transaksi saham di Indonesia mencapai Rp16,49 triliun dengan volume 32,35 miliar lembar saham dan frekuensi lebih dari 2,8 juta kali transaksi pada sesi perdagangan hari itu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6.039,52 atau naik sebesar 1,68 poin (0,03 persen).

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif setelah dibuka pada level 6.057,76. Sebanyak 422 saham menguat, 206 saham melemah, dan 165 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,49 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai 32,35 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,8 juta kali transaksi.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mencermati kenaikan harga minyak dunia yang menyebabkan bursa saham di AS terkoreksi Senin kemarin. Sentimen pasar negatif setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kembali blokade terhadap pengiriman kapal Iran melalui Selat Hormuz.

Trump juga mengatakan akan mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Biaya itu disebut Trump sebagai biaya pengamanan untuk melintasi selat strategis itu.

"Pengumuman Trump memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi," ujar Fanny, Selasa, 14 Juli 2026. Harga minyak WTI melonjak 9,4.persen menjadi USD78 per barel dan minyak Brent naik 9,6 persen menjadi USD83 per barel.

Di bursa saham AS, Indeks S&P 500 turun 0,79 persen. Nasdaq Composite melemah 1,55.persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,26 persen.

Sedangkan bursa saham di kawasan Asia Pasifik, ditutup beragam pada Senin kemarin seiring semakin panasnya konflik di Timur Tengah. Iran menyatakan menutup kembali Selat Hormuz di tengah klaim AS yang ingin menguasai selat itu.

Selain itu, para investor memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed. Pada saat yang sama, Ketua Fed Kevin Warsh untuk pertama kalinya akan bicara di hadapan Kongres pada Selasa waktu setempat.

"Pasar juga menantikan data inflasi AS periode bulan Juni yang akan dirilis Selasa. Pasar memprakirakan inflasi di AS sedikit melambat menjadi 4,2 persen setelah harga bensin sempat turun di AS," ujar Fanny.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 1,9 persen, di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 9 persen. Sedangkan, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,16 persen, ASX 200 Australia menguat 0,03 persen, Taiex Taiwan menguat 0,06 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....