IHSG Melemah Tipis ke Level 5.864,97 pada Jeda Perdagangan

  • 06 Jul 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG melemah 10,811 poin atau 0,18 persen ke level 5.864,96 pada jeda perdagangan Senin, 6 Juli 2026, setelah sempat menguat di awal sesi.
  • Pelaku pasar mencermati arus dana asing, pergerakan rupiah, ekspektasi kebijakan The Fed, serta rilis data ekonomi domestik sebagai penentu arah IHSG.
  • BRI Danareksa dan Phintraco melihat peluang technical rebound jika indeks mampu bertahan di atas level support.

RRI.CO.CID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada jeda perdagangan, Senin, 6 Juli 2026. IHSG melemah 10,811 poin atau 0,18 persen ke level 5.864,97.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.893 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi 5.935. Namun, tekanan jual membuat indeks berbalik melemah dan menyentuh level terendah 5.857 sebelum memasuki jeda perdagangan.

Volume perdagangan pada sesi pertama mencapai 10,722 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp4,764 triliun rupiah. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 912.073 kali.

Sebanyak 285 saham menguat, 295 saham melemah, dan 198 saham tidak mengalami perubahan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia hingga jeda perdagangan mencapai Rp10.297,182 triliun rupiah.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut pelaku pasar akan mencermati arus dana asing, pergerakan nilai tukar rupiah, serta sentimen global. Investor juga menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik yang diperkirakan memengaruhi arah pasar pada pekan ini.

"Secara teknikal, peluang technical rebound masih terbuka selama IHSG bertahan di atas support 5.730, dengan target penguatan menuju resistance psikologis 6.000. Keberhasilan menembus level 6.000 diperkirakan akan memperkuat momentum pemulihan jangka pendek,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.

BRI Danareksa merekomendasikan saham BUMI, PADI, dan AMMN sebagai pilihan perdagangan hari ini. Ketiga saham tersebut dinilai berpeluang menarik perhatian investor di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif.

Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif datang dari ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed berpotensi menunda kenaikan suku bunga. Selain itu, pelemahan harga minyak mentah dunia dinilai mampu meredakan kekhawatiran terhadap laju inflasi.

"Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 pada pekan ini," kata Phintraco Sekuritas. "Sentimen positif tersebut diharapkan dapat menopang pergerakan indeks dalam jangka pendek."

Phintraco merekomendasikan saham ASII, DSSA, AVIA, NCKL, EMAS, dan ELSA sebagai pilihan investasi. Saham-saham tersebut dinilai memiliki prospek menarik berdasarkan kondisi pasar saat ini.

Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun, aksi jual investor asing masih berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG.

Menurut CGS International, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik hingga penutupan perdagangan. Arah arus modal asing juga diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG pada sesi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....