Rupiah Dibuka Menguat di tengah Meningkatnya Risiko Global
- 29 Jun 2026 09:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melanjutkan penguatan dalam pembukaan perdagangan Senin 29 Juni 2026 ke posisi Rp17.871 per dolar AS.
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan dalam pembukaan perdagangan Senin 29 Juni 2026. Pada akhir pekan lalu, rupiah juga ditutup naik ke posisi Rp17.922 per dolar AS.
Menurut Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,28 persen atau 51 poin ke posisi Rp17.871 per dolar AS. Meski begitu, rupiah masih berisiko mengalami tekanan dolar AS.
Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan hal ini disebabkan ketidakpastian yang semakin meningkat. “Nilai tukar rupiah diperkirakan akan kembali berbalik melemah terhadap dolar AS,” katanya.
Menurut dia, rupiah berisiko melemah lagi seiring kembali terjadinya eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Ini setelah AS melanggar kesepakatan dengan melancarkan serangan ke Iran.
Serangan itu dibalas Teheran dengan tembakan rudal menuju fasilitas milik Washington di sejumlah negara Teluk. Presiden AS, Donald Trump, lagi-lagi mengancam akan “melenyapkan” Iran.
AS melakukan serangan setelah peristiwa tertembaknya kapal berbendera Singapura di perairan Oman. Trump menuduh militer Iran melakukan penembakan, alasan yang selalu digunakannya untuk memulai serangan baru.
“Aksi saling serang antara Iran dan AS, kembali memicu ketidakpastian pada prospek perdamaian di kawasan,” ujarnya. Akibatnya, harga minyak mentah dunia dikhawatirkan akan naik lagi.
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850-18.000 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS terpantau berada di level 101,36.
Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, mengindikasikan masih tingginya tekanan terhadap rupiah. “Level rupiah pada Rp17.900 mencerminkan berlanjutnya tekanan eksternal dan lemahnya aliran dana asing,” ucapnya.
Tim Mirae Asset mencatat rupiah sudah melemah sebesar 7,5 persen terhadap dolar AS sejak Januari-Juni 2026. Rully memperkirakan Bank Indonesia masih akan menaikkan suku bunga jika pelemahan rupiah berlanjut terus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....