Pasar Saham Masih Lesu, IHSG Diprakirakan 'Sideways' Hari Ini
- 29 Jun 2026 08:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diprakirakan masih akan lesu
- "IHSG berpotensi sideways atau stagnan di area 5.850-6.000," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman
- Selain itu, pelaku pasar sedang menunggu pengumuman lembaga pemeringkat internasional S&P dan data ekonomi kuartal II 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini diperkirakan masih akan lesu. Perkiraan tersebut turut dipengaruhi penutupan perdagangan akhir pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,72 perse atau 102,9 poin ke level 5.896.
Penurunan IHSG di akhir pekan, disertai net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp302 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, EMAS, ASII, BRPT dan TLKM.
"Hari ini, IHSG berpotensi sideways atau stagnan di area 5.850-6.000," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin, 29 Juni 2026.
Fanny memprakirakan level support IHSG akan bergerak di rentang 5.750-5.850. Sedangkan level resistansi di rentang 6.000-6.100.
| Baca juga: IHSG Ditutup Melemah di Level 5.887 |
Bursa saham di Amerika Serikat dan kawasan Asia juga melemah saat penutupan perdagangan akhir pekan kemarin. Menurut Fanny, pelemahan disebakan oleh volatilitas tinggi di sektor teknologi.
"Fluktuasi pasar saham terbaru menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor terhadap raksasa teknologi yang selama ini menopang kenaikan pasar saham. Apakah akan akan terus membenarkan ekspektasi tinggi yang tertanam pada harga saham," ujar Fanny.
Selama ini pengeluaran untuk teknologi kecerdasan buatan, lanjut Fanny, mendorong pergerakan tajam pada saham chip akhir pekan lalu. Pasar saham sempat menguat karena data kepercayaan konsumen dan prospek inflasi di AS yang membaik.
Namun pelaku pasar mencermati pernyataan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari. "Neel memprakirakan masih diperlukan satu kali kenaikan suku bunga tahun ini akibat tekanan inflasi dari konflik Timur Tengah," ucap Fanny.
Sementara itu, Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati sentimen negatif di dalam negeri yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG. "Pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen negatif dari situasi dan kondisi politik di dalam negeri," ujarnya.
Selain itu, pelaku pasar sedang menunggu pengumuman lembaga pemeringkat internasional S&P. Pengumuman tersebut akan memberikan gambaran kondisi ekonomi terkini.
Mengawali awal bulan, menurut Tim Pilarmas, berbagai data ekonomi kunci dalam negeri akan menjadi gambaran mengenai perekonomian domestik. Utamanya perekonomian pada kuartal kedua, Inflasi kami kemungkinan meningkat karena dampak kenaikan harga energi kemarin.
"Para investor akan melihat seberapa jauh IHSG akan mengalami pelemahan pekan ini atau justru bangkit di bulan Juli mendatang. "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 5.735 - 6.080," kata Tim Pilarmas menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....