Pasar Saham Lesu, IHSG Masih Berisiko Melemah Hari Ini
- 25 Jun 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penurunan, dengan level support di rentang 5.845-5.750. Sedangkan level resistansi di 6.010-6.070
- Laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 menurunkan peringkat saya saing Indonesia, dari ranking 40 menjadi 48
- Aliran keluar modal asing dari pasar saham juga masih terjadi, dengan net sell (jual bersih) asing sebesar Rp1,17 triliun
RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih lesu hari ini. Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,56 persen ke level 5.883.
"Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan penurunan, dengan level support di rentang 5.845-5.750. Sedangkan level resistansi di 6.010-6.070," Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, Kamis, 25 Juni 2026.
Aliran keluar modal asing dari pasar saham juga masih terjadi, dengan net sell (jual bersih) asing sebesar Rp1,17 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TPIA, AMMN, BMRI dan BUMI.
Setelah pengumuman MSCI, IHSG masih berada di level 6.000 pada Rabu kemarin. Namun berbalik arah ke zona merah pada penutupan perdagangan.
Di sisi lain, laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 menurunkan peringkat saya saing Indonesia, dari ranking 40 menjadi 48. Pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penurunan ranking tersebut.
IHSG turun, di saat bursa saham di kawasan Asia mayoritas menguat. Penguatan dipimpin oleh bursa saham Korea Selatan yang melesat 3,26 persen.
"Bursa Asia 'rebound' dari aksi jual global yang dipimpin sektor teknologi," kata Muhammad Lutfi. Tetapi kekhawatiran muncul kembali, bahwa rally ekuitas yang didorong AI mungkin sudah berjalan terlalu jauh dan terlalu cepat.
Sementara itu, ringkasan rapat kebijakan Bank of Japan (BoJ) menunjukkan beberapa anggota dewan mengusulkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. BoJ sudah menaikkan suku bunga acuannya ke level 1 persen di bulan Juni, merupakan tertinggi dalam 31 tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....