IHSG Ditutup Melemah 0,25 Persen pada Perdagangan Hari Ini
- 23 Jun 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.161,33 pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026.
- Investor masih mencermati sentimen global, termasuk pergerakan bursa AS dan konflik AS-Iran.
- Pasar menunggu hasil review MSCI dan penilaian S&P terhadap Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6.161,33 atau turun sebesar 15,35 poin (0,25 persen).
Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak melemah setelah dibuka pada level 6.096,49. Indeks juga sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.121,77 sebelum akhirnya ditutup melemah.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan cenderung di area negatif. Sebanyak 282 saham menguat, 373 saham melemah, dan 160 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp32,39 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai 40,81 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 1,7 juta kali transaksi.
Sebelumnya, IHSG diperkirakan melanjutkan trend pelemahan pada perdagangan Selasa 23 Juni 2026. Hal ini dipengaruhi pergerakan indeks harga saham global dan sentimen pasar menjelang rilis laporan MSCI.
Sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,98 persen atau 60,45 poin ke level 6.116,69. Ini disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing senilai Rp1,11 triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TPIA, BBNI, TLKM dan BMRI. “IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6.080-6.065," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok pada penutupan perdagangan Senin 22 Juni 2026. Hal ini dipicu aksi jual besar-besaran pada saham teknologi big cap (berkapital besar).
Sedangkan bursa saham Asia ditutup beragam, dipengaruhi perkembangan negosiasi damai AS dan Iran di Swiss. Delegasi Iran melakukan walk out saat negosiasi setelah Presiden AS, Donald Trump, kembali mengancam Teheran.
Sementara itu, bank sentral Tiongkok atau People’s Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga acuan pinjaman sesuai ekspektasi. Suku bunga LPR tenor satu tahun dipertahankan di level 3 persen, dan LPR tenor lima tahun tetap di level 3,5 persen.
Di dalam negeri, pelaku pasar cenderung menunggu rilis Annual Market Classification Review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman review klasifikasi bursa tersebut akan disampaikan pada Rabu 24 Juni 2026.
“Ini akan memastikan apakah pasar modal Indonesia masih masuk kategori emerging market," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas. Selain itu, pasar menunggu hasil review Standard & Poor’s (S&P) Global Standards terhadap peringkat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....