Tekanan Kuat Dolar AS Masih Berlanjut, Rupiah Dibuka Melemah
- 22 Jun 2026 09:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rupiah dibuka turun 0,05 persen atau 9 poin ke posisi Rp 17.813 per dolar AS.
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin 22 Juni 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,05 persen atau sembilan poin ke posisi Rp 17.813 per dolar AS.
“Rupiah kemungkinan terdepresiasi pada kisaran Rp17.850 per dolar AS,” kata analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana. Menurut dia, pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi perkembangan perdamaian antara AS dan Iran.
"Perjanjian perdamaian antara dua negara itu masih sangat rapuh," ujarnya. Selain itu, pelaku pasar memprakirakan kenaikan suku bunga The Fed akan berlangsung lebih cepat pada tahun ini.
Sementara itu, indeks dolar AS diproyeksikan masih akan bertahan kuat di level 100. “Kami melihat tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut ke depan," kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto.
Menurut dia, apresiasi rupiah belakangan ini kemungkinan besar lebih banyak ditopang oleh intervensi Bank Indonesia di pasar valas. Termasuk melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih besar dibandingkan pihak asing.
Meski begitu, Rully mengatakan rupiah masih mencatat kinerja relatif lebih baik dibandingkan mata uang lainnya. Misalnya yen, euro, maupun poundsterling.
Rully menambahkan suku bunga dan imbal hasil yang lebih tinggi belum mendorong signifikan kenaikan kepemilikan asing di SBN. Menurut dia, nilainya baru naik sekitar Rp4,2 triliun per 18 Juni 2026 sejak kenaikan pertama BI Rate bulan lalu.
Sebaliknya, kepemilikan SBN oleh BI kembali meningkat ke rekor baru yang mencapai Rp2.087,4 triliun. Jumlah itu setara dengan sekitar 30,2 persen dari total outstanding.
Sedangkan nilai SBN yang digunakan dalam operasi moneter juga berada di rekor tertinggi sebesar Rp361,9 triliun. Ini mengindikasikan BI telah secara agresif memanfaatkan portofolio SBN-nya untuk melakukan injeksi likuiditas ke perbankan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....