IHSG Bergerak di Zona Merah pada Penutupan di Level 6172,34
- 18 Jun 2026 16:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup turun 48,4 poin atau 0,78 persen ke level 6.172,34 pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026
- Pelaku pasar mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dengan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen
- Sentimen global turut menekan pasar setelah Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish, memicu koreksi di Wall Street
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah di penutupan sesi perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 6172,34 atau turun 48,4 poin (0,78 persen).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan hari ini. IHSG dibuka pada level 6191,9 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6197,17.
Mayoritas saham mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 258 saham menguat, sementara 419 saham melemah dan 137 saham stagnan.
Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp17,38 triliun. Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 24,88 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 1,81 juta kali transaksi.
Analis memperkirakan pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global dan domestik yang mempengaruhi pergerakan pasar. Salah satunya hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dinilai berpotensi menjadi penentu arah pasar.
Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support dan resistance 6.170 hingga 6.400. Menurut mereka, pasar mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.
"Kami memproyeksikan BI masih akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," ujar tim Pilarmas Investindo Sekuritas. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan arus modal asing.
Sementara itu, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, Juido Hutabarat memperkirakan IHSG bergerak cenderung stagnan namun berpotensi melemah. Proyeksi tersebut mempertimbangkan tekanan jual yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.
Dari pasar global, investor juga mencermati hasil rapat Federal Reserve Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Sikap bank sentral AS yang dinilai lebih hawkish memicu koreksi di pasar saham Wall Street.
Indeks Dow Jones tercatat turun 0,98 persen, S&P 500 melemah 1,21 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,34 persen. The Fed memang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen, namun proyeksi terbaru menunjukkan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka.
Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa saham justru menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan sekitar 1,6 persen di tengah optimisme pasar regional.
Meski demikian, pelaku pasar domestik masih menunggu arah kebijakan Bank Indonesia dan perkembangan ekonomi global. Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan IHSG hingga penutupan perdagangan hari ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....