Inflasi AS Masih Tinggi, The Fed Pertahankan Suku Bunga

  • 18 Jun 2026 09:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, mempertahakan tingkat suku bunga pada level 3,5-3,75 persen di tengah inflasi tinggi di negara itu.

RRI.CO.ID, Jakarta – Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, mempertahakan tingkat suku bunga pada level 3,5-3,75 persen. Hal tersebut disampaikan Ketua The Fed, Kevin Warsh, Rabu 17 Juni 2026 waktu setempat.

Ini merupakan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pertama yang dipimpin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru. Keputusan mempertahankan suku bunga ini sesuai ekspektasi pasar dengan melihat perkembangan inflasi di AS.

“Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, aktivitas perekonomian masih solid,” ujar Warsh. Namun, lanjut dia, inflasi masih di atas dua persen karena kenaikan harga berbagai komoditas terutama energi akibat gangguan pasokan.

The Fed menilai produktivitas ekonomi dan investasi masih kuat. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap stabil dan lapangan kerja tersedia sesuai penambahan angkatan kerja.

Warsh menyatakan tetap akan mempertahankan target inflasi dua persen. “Perubahan target inflasi yang baru akan dibicarakan setelah The Fed mampu mengembalikan inflasi ke target sasaran,” ucapnya.

Kenaikan harga energi membuat inflasi konsumen AS kembali naik pada Mei 2026 menjadi 4,2 persen. Warsh menegaskan akan membentuk satuan tugas khusus untuk memperbaiki komunikasinya dalam upaya pengendalian inflasi.

Di sisi lain, Warsh menyatakan kali ini The Fed tidak memberikan “panduan ke depan” terkait prospek kebijakan moneternya. Namun, lanjut dia, lembaga itu akan melakukan pertemuan kembali dalam enam minggu ke depan.

Warsh juga tidak mengisyaratkan peluang penurunan suku bunga ke depan. Sebaliknya, proyeksi baru terkait suku bunga (dot plot) justru menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga satu kali pada tahun ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....