Investasi di Luar Jawa Capai Rp251,3 Triliun pada Triwulan I 2026
- 15 Jun 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Investasi di luar Pulau Jawa pada triwulan I 2026 mencapai Rp251,3 triliun atau 50,4 persen dari total realisasi investasi nasional, sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa.
- Lima provinsi luar Jawa masuk 10 besar tujuan investasi nasional, yaitu Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Timur.
- Total realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun dengan kontribusi hilirisasi sumber daya alam sebesar Rp147,5 triliun atau 30 persen dari total investasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melaporkan investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp251,3 triliun pada triwulan pertama 2026. Nilai tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa.
Rosan mengatakan investasi di luar Jawa berkontribusi sebesar 50,4 persen dari total realisasi investasi nasional. Sementara investasi di Pulau Jawa berkontribusi sebesar 49,6 persen.
"Terbagi dalam investasi di Jawa dan luar Jawa yang hampir sama. Yaitu di luar Jawa berkontribusi 50,4 persen (Rp251,3 triliun) sedikit melebihi investasi di Pulau Jawa (49,6 persen)," kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan empat lokasi utama investasi masih berada di Pulau Jawa. Keempat daerah tersebut meliputi Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.
Namun, lima provinsi di luar Jawa juga masuk dalam 10 besar tujuan investasi nasional. Provinsi tersebut adalah Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Timur.
"Empat lokasi utama investasi berada di Pulau Jawa, Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Namun lima provinsi luar Jawa masuk 10 besar, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Timur," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rosan juga melaporkan realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Capaian tersebut diraih di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global.
Menurutnya, realisasi investasi tersebut tumbuh sekitar 7,2 persen dan mencapai 24,4 persen dari target investasi tahun 2026. Investasi tersebut juga menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung.
Rosan menyebut Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp248,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp250 triliun atau 50,1 persen.
"PMDN menyumbang 49,9 persen atau Rp248,8 triliun (tumbuh 6 persen). PMA berkontribusi 50,1% atau sebesar Rp250 triliun," ucapnya.
Selain itu, sektor hilirisasi sumber daya alam menyumbang Rp147,5 triliun atau 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan pertama 2026. Pengolahan sektor mineral masih mendominasi kontribusi sektor hilirisasi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....