Analis Sebut Fenomena 'Sell Indonesia' Didorong Persepsi Investor
- 09 Jun 2026 18:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena "Sell Indonesia" yang belakangan ramai diperbincangkan dinilai didorong oleh persepsi investor. Yakni terhadap daya tarik pasar Indonesia di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan di pasar keuangan domestik.
"Ini lebih ke persepsi. Investor melihat Indonesia saat ini kurang menarik. Terutama terkait pelemahan nilai tukar rupiah," kata Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Selasa, 9 Juni 2026.
Hingga saat ini nilai jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham telah mencapai sekitar Rp68 triliun. Sementara itu, aksi jual di pasar obligasi tercatat mendekati Rp50 triliun.
"Tekanan tersebut turut berdampak pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Yakni sempat mengalami tren penurunan hingga berada di kisaran level 5.000-an," katanya.
Kondisi tersebut masih dapat dikelola selama pemerintah dan otoritas mampu merespons berbagai tantangan yang ada secara tepat. Terdapat beberapa faktor yang saat ini menjadi perhatian investor.
"Antara lain pelemahan nilai tukar, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi. Hingga tekanan terhadap penerimaan fiskal akibat penurunan harga komoditas," katanya.
Pihaknya meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik. IHSG juga bergerak perlahan dan tinggal menunggu technical rebound.
"Tanda-tanda pemulihan teknikal sudah mulai terlihat pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI. Pergerakan IHSG saat ini juga dinilai mulai kembali mengikuti arah sentimen pasar global," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....