IHSG Ditutup Anjlok 4,5 Persen pada Perdagangan Sesi II, Sentuh 5.342
- 09 Jun 2026 01:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup merosot 4,5 persen ke level 5.342,13 pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
- Tekanan jual investor asing masih membayangi pasar dengan net foreign sell mencapai Rp3,72 triliun.
- Spekulasi RDG darurat Bank Indonesia dan isu pergantian pejabat ekonomi menjadi perhatian pelaku pasar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Pada akhir sesi II, IHSG turun 252,62 poin atau 4,5 persen ke level 5.342,13.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sudah dibuka di zona merah pada level 5.486,31. Indeks menyentuh level tertinggi harian di posisi 5.523,94 hingga akhirnya terus melemah sampai penutupan akhir.
Sepanjang perdagangan, pergerakan IHSG berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan tertekan hingga penutupan. Tekanan jual yang tinggi membuat mayoritas saham berada di zona merah.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 78 saham menguat, 661 saham melemah, dan 78 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan tekanan yang terjadi hampir di seluruh sektor perdagangan.
Nilai transaksi saham sepanjang hari mencapai Rp21,73 triliun. Sementara volume perdagangan tercatat sebanyak 32,52 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,2 juta kali.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan IHSG masih dibayangi tekanan jual investor asing. Pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026, tercatat aliran keluar modal asing atau net foreign sell mencapai Rp3,72 triliun.
Menurut Fanny, sejumlah saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain TPIA, BBCA, BMRI, ANTM, dan BBRI. Aksi jual tersebut turut membebani pergerakan indeks dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG masih akan berlangsung fluktuatif dalam waktu dekat. Sentimen pasar dipengaruhi berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan investor.
Salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah spekulasi mengenai kemungkinan Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat. Selain itu, rumor terkait pergantian Menteri Keuangan dan Gubernur BI juga menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar saham domestik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....