Pelemahan Rupiah Cerminan Sentimen Negatif Pasar Global

  • 04 Jun 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pergerakan rupiah saat ini disebut mengonfirmasi sentimen negatif yang masih membayangi pasar keuangan global.
  • Faktor utama yang menjadi perhatian investor adalah ketidakpastian geopolitik yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu cukup lama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pergerakan rupiah saat ini disebut mengonfirmasi sentimen negatif yang masih membayangi pasar keuangan global. Faktor utama yang menjadi perhatian investor adalah ketidakpastian geopolitik yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu cukup lama.

"Ini sebenarnya sudah diprediksi, laju pelemahannya memang belum bisa ditahan sepenuhnya oleh Bank Indonesia. Pemicu utamanya adalah tarik-ulur antara AS dan Iran, sehingga pasar melihat situasi ini masih akan berlangsung cukup lama," kata Dirut PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, saat berbincang dengan Pro3 RRI, Kamis, 4 Juni 2026.

Tekanan terhadap rupiah juga sejalan dengan melemahnya pasar saham domestik. Pada perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan.

"Kemarin IHSG kembali anjlok ini. Menunjukkan kepercayaan investor asing menurun sehingga rupiah juga belum mampu menguat lebih lanjut," katanya.

Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk menaikkan suku bunga acuan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk meredam tekanan pasar secara signifikan.

Selain kebijakan suku bunga, BI juga melakukan intervensi langsung di pasar dengan menambah pasokan dolar AS. Hal itu guna menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valuta asing.

Nilai tukar rupiah akhirnya menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis 4 Juni 2026. Menurut Bloomberg, rupiah terpantau turun 0,32 persen atau 57 poin menjadi Rp18.023 per dolar AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....