Analisl: Ketidakpastian Regulasi Tekan Kepercayaan Pasar Modal
- 30 Mei 2026 18:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelemahan IHSG mencerminkan respons pasar terhadap ketidakpastian regulasi pemerintah terkini nasional.
- Pasar uang adalah cerminan paling jujur bagaimana masyarakat melihat kebijakan pemerintah,
- Otoritas perlu mengutamakan kualitas emiten agar pasar modal tidak sekadar mengejar jumlah perusahaan tercatat di bursa. Jangan sampai mengejar kuantitas justru mengalahkan kualitas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi sentimen ketidakpastian regulasi pemerintah. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani, menilai pelemahan IHSG mencerminkan respons pasar. Investor disebut masih menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah.
IHSG tercatat melemah 0,56 persen sepanjang pekan perdagangan. Pada Jumat, indeks ditutup turun 0,05 persen ke level 6.127,38.
Ajib mengatakan pasar keuangan menjadi indikator utama respons pelaku ekonomi. Perubahan sentimen tercermin melalui pergerakan harga saham dan nilai aset.
"Pasar uang adalah cerminan paling jujur bagaimana masyarakat melihat kebijakan pemerintah. Investor membutuhkan kepastian untuk mengambil keputusan jangka panjang," kata Ajib dalam dialog Pro3 RRI, Jumat, 29 Mei 2026.
.
Menurutnya, ketidakjelasan kebijakan membuat pelaku pasar sulit membaca arah ekonomi. Situasi tersebut berpotensi menahan minat investasi dalam waktu dekat.
Ajib juga menyoroti rencana penerapan free float sebesar 15 persen. Kebijakan itu dinilai dapat menambah pasokan saham saat permintaan terbatas.
Ia menegaskan kualitas emiten harus menjadi prioritas pengembangan pasar modal. Bursa tidak cukup hanya mengejar peningkatan jumlah perusahaan tercatat.
"Pasar ingin melihat arah kebijakan yang lebih konsisten dan stabilisasi rupiah. Pengelolaan fiskal juga harus dilakukan secara terukur," katanya.
Selain regulasi, tekanan terhadap rupiah turut memengaruhi sentimen pasar. Kenaikan suku bunga dan kebijakan ekspor juga menjadi perhatian investor.
Ajib menilai transparansi pasar modal perlu terus diperkuat. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk melindungi investor ritel.
Menurutnya, kepercayaan pasar hanya dapat dijaga melalui regulasi konsisten. Fundamental ekonomi yang kuat juga diperlukan untuk menopang stabilitas pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....