Ketidakpastian Kebijakan Ekspor Tekan Laju IHSG Pekan Ini

  • 30 Mei 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG pekan ini masih dibayangi ketidakpastian kebijakan ekspor baru
  • Kebijakan ekspor harus menjaga mekanisme pasar, kepastian pembayaran, dan kelancaran arus kas perusahaan tambang
  • Rantai birokrasi tambahan bisa menaikkan biaya, mengganggu produksi, serta menekan daya saing ekspor nasional ke depan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pergerakan IHSG masih dibayangi ketidakpastian kebijakan ekspor pemerintah. Investor menaruh perhatian besar pada sektor pertambangan.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai pasar menunggu kepastian arah kebijakan. Faktor tersebut memengaruhi sentimen perdagangan saham.

Menurut Fakhrul, valuasi pasar saat ini sudah tertekan. Kepastian regulasi dapat menjadi pendorong pemulihan indeks.

“Jika pemerintah memberi arahan yang tepat, pasar berpotensi menguat. Valuasi saham saat ini sudah terlalu tertekan,” ujar Fakhrul dalam dialog bersama Pro3 RRI, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia memperkirakan IHSG bergerak mendatar dalam jangka pendek. Tekanan pasar pekan lalu turut menurunkan volume perdagangan.

Fakhrul mengingatkan kebijakan ekspor harus menjaga mekanisme pasar. Kepastian pembayaran juga penting bagi keberlangsungan perusahaan tambang.

Rantai birokrasi yang lebih panjang berisiko meningkatkan biaya operasional. Kondisi itu dapat mengganggu produksi dan daya saing ekspor.

“Ketidakjelasan pembayaran dapat mengganggu arus kas perusahaan. Dampaknya bisa menekan produksi sektor pertambangan,” katanya.

Selain kebijakan ekspor, pelemahan rupiah turut menjadi perhatian pelaku pasar. Kenaikan suku bunga juga berpotensi menambah biaya pendanaan.

Meski demikian, Fakhrul menilai bunga perbankan belum tentu meningkat. Stabilitas SRBI dan obligasi tetap menjadi faktor penentu.

Ia memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran 5.900 hingga 6.200. Investor masih menunggu kepastian kebijakan pemerintah.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026 IHSG berada di level 6.127. Indeks melemah 0,05 persen atau turun dua poin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....