Melemah 0,05 Persen, IHSG Ditutup Terkoreksi ke Level 6.127 jelang Akhir Pekan
- 29 Mei 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup melemah 0,05 persen ke level 6.127,38 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.
- Nilai transaksi mencapai Rp48,4 triliun dengan volume perdagangan 46,3 miliar lembar saham.
- Sebanyak 409 saham melemah, 271 saham menguat, dan 137 saham stagnan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada akhir perdagangan sesi II, Jumat, 29 Mei 2026. IHSG tercatat melemah 0,05 persen ke level 6.127,38.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di posisi 6.112,77 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.230,5. Namun, indeks juga turun hingga level terendah 6.112,77 pada perdagangan sesi pertama.
Nilai transaksi perdagangan saham hingga penutupan mencapai Rp 48,4 triliun. Sementara volume perdagangan tercatat sebanyak 46,3 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,3 juta kali transaksi.
Sebanyak 409 saham mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Di sisi lain, 271 saham menguat dan 137 saham lainnya stagnan.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini. Menurutnya, level support berada di rentang 6.000 hingga 6.070 dan level resistansi di rentang 6.200 hingga 6.300.
“IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Level support di rentang 6.000-6.070 dan level resistansi di rentang 6.200-6.300,” kata Fanny dalam analisisnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Fanny mengatakan perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian pelaku pasar. Meski demikian, bursa saham AS menguat pada perdagangan Kamis kemarin karena adanya harapan perpanjangan gencatan senjata kedua negara.
“Indeks-indeks saham Wall Street kompak mencatat level tertinggi (all time high) pada perdagangan Kamis. Indeks S&P 500 naik 0,58 persen, Nasdaq Composite melonjak 0,91 persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen,” ujarnya.
Menurut Fanny, penguatan indeks saham Amerika Serikat turut didorong reli saham sektor teknologi. Ia menilai kondisi tersebut memicu optimisme pasar terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sementara itu, laporan Axios menyebut negosiator Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman untuk memperpanjang gencatan senjata. Perpanjangan tersebut disebut berlangsung selama 60 hari sembari melanjutkan negosiasi program nuklir Iran.
Berbeda dengan Wall Street, bursa saham di kawasan Asia mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,47 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,27 persen, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,53 persen.
Di Tiongkok daratan, indeks CSI 300 dan Shanghai Composite justru menguat masing-masing 0,12 persen. Fanny menilai pelaku pasar masih mencermati sinyal yang beragam terkait prospek kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
"Pelemahan bursa saham di Asia merupakan level terendah sepanjang masa. Pelaku pasar melihat sinyal yang saling bertentangan dari AS dan Iran mengenai prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang,” katanya.
Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menyampaikan ketidakpuasannya terhadap proses negosiasi dengan Iran. Trump juga menginginkan tidak ada satu negara pun yang mengendalikan Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....