IHSG Turun ke Level 6201,8 pada Sesi Pertama Pembukaan Perdagangan
- 26 Mei 2026 09:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka di level 6.201,8 pada Selasa 26 Mei 2026 dan berpotensi terkoreksi pada rentang support 6.060-6.170.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung turun pada pembukaan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG mencapai level 6201,8 atau anjlok 4,545 poin (0,07 persen) dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
“IHSG berpotensi terkoreksi, di level support IHSG akan bergerak pada rentang 6.060-6.170,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Sedangkan di level resistansi, lanjut dia, IHSG akan bergerak pada rentang 6.250-6.270.
Meski ditutup naik pada Senin 25 Mei 2026, ini disertai dengan net sell asing sebesar Rp2,09 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah AMMN, BMRI, AMRT, ANTM, dan TPIA.
Pada saat yang sama, bursa efek AS tutup karena libur nasional Memorial Day. Sedangkan pasar saham di kawasan Asia ditutup menguat.
Menurut Fanny, sentimen pasar masih akan dipengaruhi peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. “Reuters melaporkan, tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS guna membantu tercapainya kesepakatan,” ucapnya.
Sementara itu, harga minyak Brent naik 0,9 persen menjadi USD103,54 dolar per barel. Sedangkan harga minyak WTI menguat sekitar 0,3 persen menjadi USD96,60 dolar per barel.
Bursa Asia kompak naik pada perdagangan Senin 25 Mei 2025. Indeks Nikkei 225 Jepang, misalnya, melesat hingga 2,87 persen.
Sedangkan Taiex Taiwan melonjak 3,26 persen dan CSI 300 Tiongkok meningkat 1,58 persen. Indeks saham ASX 200 Australia menguat 0,40 persen, tetapi FTSE Malaysia turun 0,24 persen.
"Pasar saham di Asia merespons positif pernyataan pejabat AS terkuat adanya kesepakatan dengan Iran,” kata Fanny. Apalagi dengan adanya peluang untuk membuka kembali jalur perdagangan minyak utama dunia, Selat Hormuz.
Meskipun demikian, negosiasi terkait poin-poin utama masih berlanjut dan persetujuan akhir masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi. Beberapa poin krusial diantaranya menyangkut pengayaan uranium Iran dan tuntutan agar Barat membuka pemblokiran dana-dana milik Teheran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....