IHSG Lanjutkan Penurunan hingga ke Level 6.293,80 pada Pembukaan Perdagangan

  • 21 Mei 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG turun ke level 6.293,80 pada pembukaan perdagangan Kamis 21 Mei 2026.
  • Investor cenderung tetap bersikap "wait and see" usai pidato Presiden Prabowo Subianto dan kenaikan BI Rate.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.293,80 pada pembukaan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Ini berarti turun 24,69 poin dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 6.318,50.

Padahal, posisi tersebut juga merupakan penurunan 0,82 persen dibandingkan penutupan pada Selasa 19 Mei 2026. Artinya, pergerakan indeks cenderung fluktuatif seiring sikap wait and see investor.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan indikator Stochastic RSI mulai berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross. Namun pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut, sehingga pergerakan IHSG diperkirakan bakal bervariatif.

“IHSG diperkirakan akan bergerak variatif pada kisaran support 6200-6250,” katanya, Kamis 21 Mei 2026. Sedangkan kisaran resistance akan berada pada level 6400-6450.

Pelaku pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto terkait kerangka ekonomi makro dan RAPBN 2027. Di hadapan Rapat Paripurna DPR, Presiden menargetkan defisit anggaran 2027 berada pada kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB.

Selain itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen. Pemerintah juga memproyeksikan inflasi 1,5 hingga 3,5 persen, serta nilai tukar rupiah Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.

Investor turut menyoroti kebijakan pemerintah terkait kewajiban ekspor komoditas sumber daya alam melalui BUMN tertentu. Kebijakan tersebut direncanakan berlaku untuk komoditas CPO, batu bara, dan paduan besi.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Hal ini ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi.

Meskipun demikian, pasar masih mencermati dampak kenaikan suku bunga terhadap sektor properti dan emiten berutang besar. Pertumbuhan kredit nasional tercatat naik menjadi 9,98 persen secara tahunan pada April 2026.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan hari ini. Di antaranya saham PTBA, CTRA, UNVR, BBTN, dan WIIM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....