IHSG Melemah Tipis ke Level 7.168 pada Jeda Siang Perdagangan

  • 08 Mei 2026 12:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG melemah tipis 0,08 persen ke level 7.168,47 pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat.
  • Head of Retail Research Fanny Suherman memproyeksikan IHSG berpotensi terkoreksi dengan rentang support di level 7.000-7.100 dan resistansi pada 7.200-7.280.
  • Pelaku pasar domestik tengah mencermati rilis data cadangan devisa April 2026 yang diperkirakan menurun serta data indeks harga properti triwulan I-2026 yang diprediksi melambat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 5,85 poin atau 0,08 persen ke level 7.168,47.

Pergerakan IHSG terpantau fluktuatif sejak awal perdagangan sesi pertama berlangsung. Indeks dibuka di level 7.182,96 sebelum melanjutkan pelemahan di zona merah.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.186,83 selama perdagangan berlangsung. Sementara level terendah tercatat berada pada posisi 7.116,77.

Head of Retail Research Fanny Suherman menyebut indeks akan bergerak pada area support di kisaran 7.000 hingga 7.100. Fanny mengatakan level resistensi IHSG berada pada rentang 7.200 hingga 7.280.

“IHSG berpotensi koreksi hari ini, dan akan bergerak di level support dengan rentang 7.000-7.100. Sedangkan level resistansi nya di rentang 7.200-7.280,” kata analis tersebut, Jumat, 8 Mei 2026.

Dari pasar global, bursa saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar mencermati perkembangan harga minyak serta prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks S&P 500 juga turun 0,38 persen akibat tekanan pada saham teknologi dan semikonduktor. Sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,13 persen dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,63 persen.

Harga minyak mentah juga mengalami penurunan pada perdagangan terakhir, minyak WTI turun 0,28 persen menjadi 94,81 dolar AS per barel. Sementara Brent turun 1,19 persen ke level 100 dolar AS per barel.

Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa saham ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan signifikan hingga 5,58 persen.

“Indeks di Jepang melonjak, dipimpin oleh kenaikan saham sektor bahan baku, teknologi, dan keuangan,” ujar Fanny. Selain itu, indeks Hang Seng Hongkong naik 1,57 persen dan Kospi Korea Selatan menguat 1,43 persen.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa April 2026. Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan cadangan devisa cenderung menurun seiring pelemahan rupiah.

Selain itu, pasar juga mencermati data indeks harga properti triwulan I 2026. Indeks tersebut diperkirakan melambat menjadi 0,5 persen secara tahunan dari sebelumnya 0,83 persen di triwulan IV 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....