IHSG Sesi I Dibuka Menguat di Level 7.182,96, Analis Waspadai Potensi Koreksi
- 08 Mei 2026 09:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG dibuka naik ke level 7.182,96 atau menguat 0,12 persen pada awal perdagangan
- Analis memproyeksikan IHSG berpotensi koreksi
- Level support IHSG berada di kisaran 7.000–7.100 dan resistensi di 7.200–7.280
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG berada pada level 7.182,96 atau naik 8,64 poin (0,12 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada Kamis, 7 Mei 2026, IHSG ditutup menguat pada level 7.174,32 atau naik sebesar 81,85 poin. Meski dibuka menguat, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dibayangi potensi koreksi.
Head of Retail Research Fanny Suherman menyebut indeks akan bergerak pada area support di kisaran 7.000 hingga 7.100. Fanny mengatakan level resistensi IHSG berada pada rentang 7.200 hingga 7.280.
“IHSG berpotensi koreksi hari ini, dan akan bergerak di level support dengan rentang 7.000-7.100. Sedangkan level resistansi nya di rentang 7.200-7.280,” kata analis tersebut, Jumat, 8 Mei 2026.
Dari pasar global, bursa saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar mencermati perkembangan harga minyak serta prospek perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks S&P 500 juga turun 0,38 persen akibat tekanan pada saham teknologi dan semikonduktor. Sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,13 persen dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,63 persen.
Harga minyak mentah juga mengalami penurunan pada perdagangan terakhir, minyak WTI turun 0,28 persen menjadi 94,81 dolar AS per barel. Sementara Brent turun 1,19 persen ke level 100 dolar AS per barel.
Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa saham ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan signifikan hingga 5,58 persen.
“Indeks di Jepang melonjak, dipimpin oleh kenaikan saham sektor bahan baku, teknologi, dan keuangan,” ujar Fanny. Selain itu, indeks Hang Seng Hongkong naik 1,57 persen dan Kospi Korea Selatan menguat 1,43 persen.
Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa April 2026. Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan cadangan devisa cenderung menurun seiring pelemahan rupiah.
Selain itu, pasar juga mencermati data indeks harga properti triwulan I 2026. Indeks tersebut diperkirakan melambat menjadi 0,5 persen secara tahunan dari sebelumnya 0,83 persen di triwulan IV 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....