OJK Terima 28 Kandidat Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026–2030

  • 06 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan telah menerima empat daftar kandidat dewan direksi Bursa Efek Indonesia periode 2026–2030.
  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan total terdapat 28 calon direktur yang diajukan.
  • Jumlah itu berasal dari empat daftar kandidat untuk mengisi tujuh posisi direksi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan telah menerima empat daftar kandidat dewan direksi Bursa Efek Indonesia periode 2026–2030. Daftar tersebut diterima hingga awal Mei 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, mengatakan total terdapat 28 calon direktur yang diajukan. Jumlah itu berasal dari empat daftar kandidat untuk mengisi tujuh posisi direksi.

“Mengingat kami menerima empat daftar calon direktur, dengan dewan direksi bursa terdiri dari tujuh orang. Ada 28 kandidat direktur Bursa Efek Indonesia yang diajukan ke OJK,” kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan April OJK secara daring pada Selasa, 5 Mei 2026.

Pada tahap berikutnya, OJK akan melakukan verifikasi administrasi para kandidat. Selain itu, penilaian juga mencakup latar belakang dan rekam jejak masing-masing calon.

Hasan menegaskan seluruh kandidat harus memenuhi aspek integritas, kompetensi, dan reputasi yang baik. Mereka juga wajib lolos uji kelayakan oleh komite yang dibentuk di internal OJK.

Melalui proses ini, OJK berharap kepemimpinan bursa diisi sosok profesional dan independen. Integritas yang kuat dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

Direksi baru juga diharapkan mampu mendorong reformasi integritas di pasar modal Indonesia. Selain itu, mereka perlu memperkuat posisi bursa di tingkat regional dan global.

“Ini termasuk memenuhi berbagai standar dan ekspektasi yang ditetapkan oleh penyedia indeks global. Selain itu, untuk mendorong partisipasi yang lebih besar dari investor domestik, khususnya investor institusional,” ujarnya.

Sebelumnya, posisi direktur utama diisi sementara oleh Jeffrey Hendrik. Ia menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Januari 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....