IHSG Ditutup Menguat ke 7.092, Sentimen Global dan Domestik Dorong Pergerakan
- 06 Mei 2026 15:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup menguat ke level 7.092,47 atau naik 35,36 poin (0,5 persen)
- Pergerakan indeks berada di zona hijau sepanjang sesi perdagangan
- Sebanyak 341 saham menguat, 290 saham melemah, dan 186 saham stagnan
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat di penutupan sesi perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 7.092,47 atau naik 35,36 poin (0,5 persen).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan hari ini. IHSG dibuka pada level 7.086,34 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.127,72.
Pergerakan indeks didominasi saham yang mengalami penguatan. Tercatat sebanyak 341 saham menguat, sementara 290 saham melemah dan 186 saham stagnan.
Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp17,1 triliun. Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 36,5 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 2,4 juta kali transaksi.
Penguatan IHSG turut dipengaruhi sentimen positif dari pasar global dan regional Asia. Kondisi ini didorong meredanya tensi konflik dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut meredanya risiko geopolitik memberikan dampak positif bagi pasar keuangan. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat menyatakan operasi ofensif terhadap Iran telah berakhir.
“Indeks IHSG dan Bursa regional Asia bergerak menguat yang di dukung oleh meredanya tensi konflik dan ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini memberikan dampak meredanya risiko geopolitik dan membaiknya kondisi eksternal setelah Amerika Serikat (AS) mengatakan operasi ofensifnya terhadap Iran telah berakhir,” ucap Tim Pilarmas, Rabu, 6 Mei 2026.
Selain itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut memberi sinyal diplomasi dengan Iran. Ia juga menyampaikan rencana pembahasan situasi Iran bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan mendatang.
Dari kawasan Asia, data ekonomi Tiongkok turut menjadi sentimen positif bagi pasar. Survei menunjukkan ekspansi ekonomi berlanjut dengan kenaikan PMI komposit menjadi 53,1 pada April.
Kondisi tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas bisnis secara keseluruhan. Sektor manufaktur dan jasa tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.
“Sektor output manufaktur meningkat menjadi 52,2 dari 50,8. Serta aktivitas jasa naik menjadi 52,6 dari 52,1,” katanya.
Sementara dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga memberikan dukungan terhadap penguatan IHSG. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.
Selain itu, kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah turut menjadi perhatian pasar. Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo menyampaikan sejumlah langkah strategis untuk menjaga nilai tukar rupiah.
Langkah tersebut meliputi intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pengetatan pembelian valuta asing. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....