Nilai Tukar Rupiah Ambruk ke posisi Rp17.400 per Dolar AS

  • 05 Mei 2026 10:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nilai tukar rupiah sudah tembus ke level Rp17.410 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa 5 Mei 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah terpuruk menjadi Rp17.410 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Menurut Bloomberg, ini merupakan penurunan 0,10 persen atau 17 poin dibandingkan pada saat penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Pada Senin 4 Mei 2026, rupiah ditutup turun 0,33 persen atau 57 poin menjadi Rp17.393 per dolar AS. Nilai tukar pada pembukaan perdagangan kali ini membuat rupiah kembali berada di rekor terendah akibat kuatnya tekanan dolar AS.

“Rupiah kemungkinan masih akan terdepresiasi,” kata analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C.Permana. Menurut dia, pelemahan rupiah dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali memanas.

Uni Emirat Arab (UEA) menuding Iran telah menyerang instalasi energinya di Fujairah, tetapi langsung dibantah oleh Teheran. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan akan meluncurkan operasi "Project Freedom" untuk membebaskan kapal-kapal di Selat Hormuz.

Menurut Fikri, kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengambil sikap untuk menghindari risiko (risk off) global yang mungkin terjadi. Sementara itu, rilis data-data ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup positif.

Laju inflasi tahunan melambat pada April 2026 di posisi 2,42 persen. Selain itu, neraca perdagangan Indonesia masih membukukan pada Maret 2026.

Namun data-data ekonomi tersebut tidak mampu mengalahkan tekanan dolar AS yang lebih kuat. Tercatat pada Selasa 5 Mei 2026, indeks dolar AS masih berada di level 98.

Fikri mengatakan pelaku pasar tengah menunggu rilis pertumbuhan ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 diprakirakan lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....