Konflik Geopolitik Mereda, IHSG Ditutup Menguat di Level 6971,95 Hari Ini

  • 04 Mei 2026 17:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6971,95 atau naik sebesar 15,14 poin (0,22 persen).
  • Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau setelah dibuka pada level 6988,91. Indeks juga sempat menyentuh posisi tertinggi di level 7069,69 sebelum akhirnya ditutup menguat.

RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Pada akhir sesi II, IHSG berada di level 6971,95 atau naik sebesar 15,14 poin (0,22 persen).

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau setelah dibuka pada level 6988,91. Indeks juga sempat menyentuh posisi tertinggi di level 7069,69 sebelum akhirnya ditutup menguat.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan cenderung di area positif. Sebanyak 327 saham menguat, 357 saham melemah, dan 134 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat cukup tinggi mencapai Rp21,11 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai 60 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,4 juta kali transaksi.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan mulai meredanya tensi geopolitik menjadi katalis positif bagi pasar. Sentimen ini dipicu sinyal dari Amerika Serikat terkait upaya meredakan konflik dengan Iran.

“Mulai meredanya tensi geopolitik menjadi katalis positif baru bagi pasar. Sinyal dari Amerika Serikat terkait penghentian konflik dengan Iran turut menurunkan harga minyak dunia,” ujarnya pada Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya, penurunan harga minyak berkontribusi meredakan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham.

“Penurunan harga minyak dapat meredakan kekhawatiran inflasi global. Hal ini berpotensi membuat ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih stabil,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, IHSG dinilai berpeluang bergerak lebih konstruktif. Indeks bahkan diperkirakan mengalami rebound teknikal setelah sebelumnya sempat terkoreksi.

Meski demikian, ia mengingatkan pergerakan pasar masih dibayangi volatilitas. Investor dinilai tetap perlu mencermati perkembangan deeskalasi konflik global ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....