IHSG Melemah Tajam di Akhir Pekan, Ditutup Turun ke Level 7.129,49

  • 24 Apr 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 249,12 poin ke level 7.129,49
  • IHSG bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan hari ini
  • Sebanyak 670 saham melemah, 83 saham menguat, dan 62 saham stagnan

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada penutupan sesi perdagangan Jumat, 24 April 2026. Pelemahan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 7.129,49 atau turun 249,12 poin (3,38 persen).

Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan hari ini. IHSG dibuka pada level 7.378,07 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.383,4.

Namun, pergerakan indeks didominasi tekanan jual yang membuat mayoritas saham mengalami pelemahan. Tercatat sebanyak 670 saham melemah, sementara 83 saham menguat dan 62 saham stagnan.

Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp24,39 triliun. Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 47,13 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 2,6 juta kali transaksi.

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelemahan pasar turut dipengaruhi sentimen global yang kurang kondusif. Bursa regional Asia bergerak melemah seiring kenaikan harga minyak akibat terganggunya pasokan energi global.

Kondisi tersebut dipicu mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan di Selat Hormuz. Ketidakpastian pasokan energi mendorong kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Dari dalam negeri, pelemahan IHSG juga dipengaruhi sentimen negatif sektor perbankan nasional. Hal ini menyusul keputusan Fitch Ratings yang menurunkan outlook kredit empat bank besar Indonesia dari stabil menjadi negatif.

“IHSG melemah setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar di Indonesia,” ujar Tim Pilarmas Investindo Sekuritas dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026. Keempat bank tersebut meliputi Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Di sisi lain, pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah mengamankan pasokan sebesar 150 juta barel minyak Rusia sebagai bagian dari strategi menghadapi gejolak global.

Sepanjang perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar diantaranya PSDN, BNBA, BRNA, CTTH, SMMT. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya AMIN, SKBM, LPPF, KRYA, HOPE.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....