IHSG Ditutup Melemah, Berakhir di Level 7.594 Hari Ini

  • 20 Apr 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup melemah 0,52 persen ke level 7.594,11 pada perdagangan 20 April 2026.
  • Tekanan jual dan sentimen global termasuk penutupan Selat Hormuz mempengaruhi pergerakan IHSG.
  • Analis MNC Sekuritas menilai koreksi IHSG dipicu saham konglomerasi meski bursa global menguat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin, 20 April 2026. IHSG berakhir di level 7.594,11 atau turun 39,89 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan tersebut setara dengan penurunan sebesar 0,52 persen pada sesi perdagangan hari ini. Kondisi ini terjadi setelah IHSG sempat dibuka menguat di awal perdagangan.

Pada pembukaan, IHSG berada di level 7.663,39 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.692,14. Namun, tekanan jual yang meningkat membuat indeks berbalik arah hingga penutupan.

Sepanjang perdagangan, pergerakan IHSG cenderung tertekan oleh aksi jual investor di pasar saham. Bahkan, indeks sempat turun hingga level terendah di posisi 7.570,42.

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten tercatat berada di zona merah pada perdagangan hari ini. Sebanyak 424 saham melemah, sementara 247 saham menguat dan 148 saham stagnan.

Aktivitas transaksi di pasar saham terpantau cukup tinggi sepanjang sesi perdagangan berlangsung. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,66 triliun dengan volume 40,6 miliar lembar saham.

Frekuensi perdagangan juga tercatat tinggi dengan lebih dari 2,4 juta kali transaksi. Hal ini menunjukkan minat investor yang tetap aktif meski pasar mengalami tekanan.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen global. Ia menyebut kondisi ini terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah dan bursa global.

“IHSG ditutup terkoreksi 0,52% di tengah penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD, juga penguatan bursa global dan mayoritas bursa regional Asia. Kami memperkirakan, pergerakan IHSG masih didominasi sentimen global, dimana selat Hormuz kembali ditutup setelah sempat dibuka," ujar Herditya kepada RRI, Senin, 20 April 2026.

Herditya mengatakan koreksi IHSG masih dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang bergerak terkoreksi. Di sisi lain, ia menyebut pergerakan IHSG masih sejalan dengan analisis teknikal pada pagi hari ini.

Ia menambahkan, terdapat sejumlah saham yang masih mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar. “Kami melihat yang menguat ada POLU, ARKO, dan UNIC sedangkan yang terkoreksi MLPT, SINI, dan TCPI,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....