IHSG Menguat di Jeda Siang, Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar

  • 17 Apr 2026 12:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG naik 0,20 persen ke level 7.636 pada penutupan sesi pertama, melanjutkan penguatan sejak awal perdagangan
  • Sentimen positif global, termasuk penguatan bursa AS dan Asia, mendorong optimisme investor di pasar saham domestik
  • Harapan meredanya konflik geopolitik serta potensi negosiasi lanjutan AS dan Iran menjadi pendorong utama pergerakan pasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Jumat, 17 April 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 0,20% atau 15,50 poin ke level 7.636.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik pada perdagangan Jumat, 17 April 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat berada di level 7.645,8 atau meningkat 24,42 poin (0,32 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

Berdasarkan catatan, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan pelemahan IHSG Kamis kemarin disebabkan karena aliran keluar modal asing. Ditandai dengan net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp1 triliun.

Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, ASII dan BREN. Ekspektasi akan perdamaian di Timur Tengah masih menjadi sentimen investor di pasar modal.

Bursa saham di Amerika Serikat menguat dalam perdagangan Kamis kemarin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

"Capaian rekor tersebut didorong optimisme pasar terhadap potensi berakhirnya konflik Iran," ucap Fanny. Indeks S&P 500 naik 0,26 persen, Nasdaq menguat 0,36 persen dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,24 persen.

Penguatan pasar didorong sentimen positif setelah Presiden Trump menyebut Israel dan Lebanon sepakat melakukan gencatan senjata. Gencatan senjata dimulai pukul 17.00 waktu AS yang akan dilakukan selama 10 hari.

"Langkah penghentian serangan Israel ke Lebanon disebut menjadi salah satu syarat penting membuka kembali negosiasi AS dan Iran. Trump juga mengungkapkan, pembicaraan lanjutan antara kedua negara berpotensi digelar dalam waktu dekat," ujar Fanny.

Bursa saham Asia sebagian besar juga menguat pada perdagangan hari Kamis. Penguatan ditopang optimisme tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS dengan Iran.

Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,38 persen, Kospi Korea Selatan meningkat 2,21 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 1,72 perden, CSI 300 Tiongkok naik 1,1 persen.

Pelaku pasar di Asia juga sedang menantikan sejumlah data penting. Diantaranya laporan ketenagakerjaan Australia dan produk domestik bruto (PDB) Tiongkok.

Raksasa semikonduktor Taiwan Semiconductor Manufacturing Company juga dijadwalkan merilis kinerja keuangannya. Pasar berekspektasi lonjakan laba bersih hingga 50 persen seiring tingginya permintaan chip canggih untuk AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....