IHSG Drop di Bawah Level 7.000an saat Jeda Siang Perdagangan
- 06 Apr 2026 12:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi melemah saat jeda siang perdagangan, Senin, 6 April 2026.
- Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 6.971,00 atau turun sebesar 55,77 poin (0, 79 persen).
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat jeda siang perdagangan Senin, 6 April 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG jatuh hingga ke level 6.971,00 atau turun 55,77 poin (0,79 persen).
Pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama dipengaruhi tekanan sentimen global yang masih dominan. Pelaku pasar merespons meningkatnya ketidakpastian akibat eskalasi konflik geopolitik internasional.
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kondisi tersebut mendorong kenaikan harga energi dunia. Situasi ini sekaligus memicu kekhawatiran terhadap risiko stagflasi global.
“Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung mengambil langkah defensif,” ujarnya, Senin 6 April 2026. Caranya dengan mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham di emerging markets seperti Indonesia.
Menurut Hendra, sikap hati-hati investor membuat aliran dana ke pasar saham, termasuk di Indonesia, menjadi terbatas. Hal ini turut menekan pergerakan IHSG pada sesi pertama perdagangan.
Dari sisi domestik, sentimen tambahan datang dari kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. “Saham-saham tersebut akan lebih rentan terkoreksi saat terjadi tekanan jual,” katanya.
Hendra mengatakan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar juga memberi dampak signifikan terhadap indeks. Kondisi tersebut membuat IHSG bergerak di zona merah hingga jeda siang.
Analis memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak dinamis pada sesi kedua perdagangan. Secara teknis, indeks diperkirakan menguji area support di kisaran 6.912.
Selain itu, mendekati periode libur panjang, likuiditas pasar cenderung menurun. Investor pun memilih menunggu perkembangan sehingga potensi volatilitas tetap tinggi.
Meskipun demikian, peluang tetap terbuka secara selektif pada sejumlah saham. Investor disarankan tetap mencermati sentimen global dan domestik serta bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....