Perdagangan Saham Lesu, IHSG Ditutup Turun ke Level 7.097
- 27 Mar 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah sepanjang perdagangan akhir pekan ini, ditutup turun 0,94 persen atau 67 poin ke level 7.097
- Pasar saham dipengaruhi sentimen negatif ketidakpastian perundingan diplomatik antara AS dan Iran untuk menghentikan perang, serta kenaikan harga mintak dan gas alam
- Saham sektor infrastruktur mencatatkan koreksi terbesar (-1,29 persen), saham sektor energi membukukan penguatan terbesar (0,35 persen)
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah sepanjang perdagangan akhir pekan ini. Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat turun 0,94 persen atau 67 poin ke level 7.097.
Hari ini IHSG sempat mencapai titik terendah di level 7.070. Sebanyak 379 saham harganya turun, 274 saham harganya naik dan 167 saham stagnan.
“Sentimen negatif masih berasal dari ketidakpastian mengenai perundingan diplomatik antara AS dan Iran untuk menghentikan perang,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat 27 Maret 2026. Pernyataan kontradiktif antara AS dan Iran membuat ketidakpastian makin tinggi.
“Kenaikan harga minyak mentah dan gas alam juga menjadi sentiment negatif. Apalagi pasar sedang khawatir akan gangguan pasokan serta dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi,” ujar Tim Phintraco.
Saham sektor infrastruktur hari ini mencatatkan koreksi terbesar (-1,29 persen). Sebaliknya saham sektor energi membukukan penguatan terbesar (0,35 persen).
Sentimen pasar dalam negeri juga dipengaruhi oleh rilis jumlah uang beredar (M2) oleh Bank Indonesia. Pada bulan Februai 2026 jumlah uang beredar (M2) tumbuh 8,7 persen, melambat dibandingkan Januari 2026 sebesar 10 persen.
“Pertumbuhan penyaluran kredit juga berkontribusi kepada kenaikan jumlah uang beredar,” ucap Tim Phintraco. Penyaluran kredit pada Februari 2026 sebesar 8,9 persen, melambat dibandingkan pada Januari 2026 yang sebesar 10,2 persen.
Pekan depan, lanjut Tim Phintraco, pelaku pasar menunggu data ekonomi domestik terbaruu. Yaitu rilis indeks S&P Global Manufacturing (PMI), data neraca perdagangan Februari 2026, serta inflasi Maret 2026.
Sementara itu, volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 19,80 miliar lembar saham. Sedangkanfrekuensi perdagangan sebanyak 1,39 juta kali transaksi.
Total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp11,77 triliun. Sehingga kapitalisasi pasar hingga akhir pekan ini menjadi Rp12.542 triliun.
Pelemahan IHSG hari ini disertai net sell (aksi jual) saham oleh investor asing sebesar Rp1,89 triliun. Saham yang paling banyak dijual antara lain BBCA, BBRI, BBNI, BMRI dan DEWA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....