Lebaran dan Stimulus Dorong Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,5 Persen

  • 26 Mar 2026 18:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Momentum konsumsi sepanjang kuartal I, mulai dari Nataru, Imlek, Ramadan, hingga Lebaran, mendorong pertumbuhan ekonomi signifikan
  • Belanja masyarakat saat Nataru dan Lebaran menyumbang sekitar 30–40 persen total ritel tahunan
  • Stimulus pemerintah dan aktivitas mudik memperkuat daya beli serta pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah

RRI.CO.ID, Jakarta - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin optimistis momentum Lebaran dan stimulus mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,5 persen secara tahunan. Ia menilai berbagai faktor konsumsi sejak awal tahun hingga akhir kuartal memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja ekonomi nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah momentum peningkatan konsumsi yang berlangsung sepanjang kuartal pertama tahun 2026 ini. Momentum tersebut bahkan telah dimulai sejak awal periode dengan adanya berbagai perayaan besar masyarakat nasional.

Pada awal tahun, aktivitas konsumsi masyarakat meningkat seiring berlangsungnya perayaan Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Selanjutnya, pada pertengahan kuartal pertama, kegiatan ekonomi kembali terdorong oleh momentum perayaan Imlek dan bulan Ramadan.

Memasuki bulan Maret sebagai periode akhir kuartal pertama, konsumsi masyarakat kembali mengalami peningkatan seiring datangnya perayaan Idulfitri. Kondisi tersebut memperkuat tren peningkatan belanja yang berlangsung secara bertahap sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Ia menjelaskan bahwa secara tren, momentum Nataru dan Idulfitri menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total belanja ritel tahunan. Oleh sebab itu, ia meyakini peningkatan konsumsi tersebut akan tercermin langsung dalam capaian pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.

"Belanja masyarakat selama Nataru dan Lebaran akan berdampak sangat tinggi. Bagi ekonomi kuartal I 2026, sehingga target pertumbuhan 5,5 persen akan tercapai," ujar Wijayanto, Kamis, 26 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama akan terdistribusi secara lebih merata di berbagai daerah. Hal tersebut terjadi karena masyarakat, terutama pemudik, cenderung membelanjakan uang mereka di daerah asal masing-masing.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa stimulus ekonomi dari pemerintah memiliki peranan penting dalam mendorong konsumsi masyarakat. Kebijakan Bonus Hari Raya bagi pengemudi ojek daring juga dinilai turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.

"Nilai BHR sebesar Rp400 miliar mungkin belum signifikan jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi Indonesia. Kendati demikian, bagi driver ojol, ini merupakan bantuan yang luar biasa bermanfaat dan pantas diapresiasi," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa aktivitas mudik dan libur Lebaran diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh adanya efek pengganda yang memberikan dampak luas bagi pelaku usaha termasuk UMKM, pedagang, dan sektor transportasi.

"Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran. Guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Lebih lanjut, ia mengatakan optimisme tersebut turut didukung berbagai kebijakan stimulus ekonomi yang telah disiapkan pemerintah. Di antaranya meliputi alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun serta penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta KPM.

Selain itu, terdapat pula kebijakan diskon tarif transportasi dengan nilai mencapai Rp911,16 miliar menjelang perayaan Idulfitri tahun ini. Berbagai langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga sekitar 53 hingga 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional, stimulus dinilai berperan penting. Berbagai kebijakan tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....