IHSG Ditutup di Zona Hijau Mengikuti Penguatan Bursa Saham AS dan Asia
- 17 Mar 2026 22:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat jelang libur panjang Nyepi dan Idulfitri ke level 7.106,83
- Penguatan IHSG dipengaruhi penguatan bursa saham Wall Street, Amerika Serikat dan bursa saham Asia
- Pasar mencermati kebijakan BI mempertahankan suku bunga 4,75 persen dan langkah efisiensi anggaran pemerintah
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat di hari terakhir perdagangan jelang libur Idulfitri. IHSG terpantau naik 1,20 persen atau 84,55 poin ke level 7.106,83.
“IHSG ‘rebound’ atau berbalik menguat menjelang libur panjang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Kenaikan IHSG juga dipicu oleh penguatan pada indeks Wall Street dan mayoritas indeks di bursa Asia,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Selasa, 17 Maret 2026.
Di sisi lain, harga minyak yang sempai terkoreksi kembali menguat hari ini. Nilai tukar rupiah juga ditutup stagnan di posisi Rp16.997 per dolar AS.
“Seperti yang diperkirakan Rapat Dewan Gubernur BI mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan itu sebagai upaya stabilisasi rupiah dan inflasi di tengah memburuknya kondisi global akibat konflik di Timur Tengah,” ucap Tim Phintraco.
Pasar juga mencermati langkah Pemerintah RI mengkaji sejumlah langkah efisiensi anggaran. Terutama di pos pengeluaran Kementerian dan Lembaga yang dinilai masih bisa ditekan.
“Langkah itu untuk menjaga disiplin fiskal. Selain itu, untuk memastikan program prioritas tetap berjalan di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia,” ujar Tim Phintraco.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 457 saham harganya naik, 214 saham harganya turun, dan 148 saham stagnan. Saham sektor transportasi naik paling tinggi sebesar 3,69 persen.
Volume saham yang diperdagangan sebanyak 31,06 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,55 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan hari ini sebesar Rp24,54 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp12.573 triliun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....