Rupiah Ditutup Stagnan jelang Libur Panjang Idulfitri
- 17 Mar 2026 21:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah stagnan di posisi Rp16.997 per dolar AS jelang libur panjang Idufitri
- Perang Timur Tengah dan lonjakan harga minyak masih menjadi faktor penekan mata uang rupiah
- Selama periode libur panjang Idulfitri, rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup stagnan di level Rp16.997 per dolar AS hari ini. Namun rupiah sempat menguat sebesar 25 poin.
“Rupiah stagnan jelang libur panjang idulfitri, disebabkan karena gangguan logistik di Selat Hormuz. Akibatnya harga minyak masih tinggi, minyak Brent naik 33 persen dan harga minyak mentah dunia naik 37 persen,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Selasa, 17 Maret 2026.
Di sisi lain, pelaku pasar menunggu hasil pertemuan bank sentral AS malam ini. The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya di kisaran 3,5 – 3,75 persen bulan ini.
Pasar, tambah Ibrahim, akan fokus pada panduan kebijakan bank sentral AS terhadap perekonomian AS. Perekonomian AS disebut ikut tertekan oleh kenaikan harga minyak.
Sementara di dalam negeri, pelaku pasar mencermati sikap pemerintah dalam menangani defisit anggaran. “Rupanya pemerintah tetap mengupayakan agar defisit anggaran tidak melebihi 3 persen,” ucap Ibrahim.
Langkah yang akan dilakukan antara lain mengurangi anggaran biaya yang tidak perlu, misalnya anggaran untuk MBG. Selain itu, Bank Indonesia hari ini mengumumkan mempertahankan suku bunga atau BI Rate sebesar 4,75 persen.
“BI tetap menahan suku bunga tinggi karena kondisi perekonomian global yang tidak menentu akibat perang di Timur Tengah. Ditambah harga minyak dunia yang mengalami lonjakan tinggi,” ujar Ibrahim.
Tugas BI dengan mempertahankan suku bunga adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih tinggi.
Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah akan berfluktuatif selama libur panjang lebaran. “BI pastinya akan melakukan intervensi pasar di pasar luar negeri terutama di transaksi Non-Deliverable Forward (NDF),” ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim, bukan tidak mungkin terjadi perang darat antara militer AS dan Iran. Sehingga pelemahan rupiah terhadap dolar AS akan makin dalam.
“Setelah libur panjang pada 24 Maret mendatang, diperkirakan rupiah masih akan melemah. Rupiah kemungkinan akan bergerak di rentang Rp16.990 – Rp17.075 per dolar AS,” kata Ibrahim menutup analisisnya.