Pagi Ini, Pelemahan Rupiah Makin Dalam
- 13 Mar 2026 09:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS hingga hari ini. Berdasarkan data Bloomberg rupiah turun 0,16 persen atau 27 poin menjadi Rp16.920 per dolar AS
Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup turun turun 0,04 persen atau 7 poin menjadi Rp16.893 per dolar AS. Analis Pasar Uang, Fikri C. Permana memperkirakan rupiah akan melemah lebih dalam hari ini.
"Nilai tukar rupiah kemungkinan terdepresiasi ke Rp16.966 per dolar AS," ujarnya, Jumat, 13 Maret 2026. Fikri melihat gejolak geopolitik menjadi faktor utama pelemahan rupiah.
"Pidato Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru menyatakan masih akan menutup Selat Hormuz," ujar Fikri menyebut salah satu faktor yang dapat menekan nilai tukar rupiah. Faktor lainnya adalah kekhawatiran pasar akan inflasi.
"Pasar keuangan cemas inflasi global yang tinggi seiring kenaikan harga minyak mentah dunia. Kekhawatiran ini menyebabkan pupusnya harapan akan pemangkasan suku bunga the Fed," ujarnya.
" Ekspektasi penurunan Fed Rate menjadi hanya satu kali di tahun ini. Di sisi lain, masih ada dorongan aksi jual ekuitas dan surat berharga negara di pasar domestik," ujar Fikri.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelemahan rupiah masih terkendali. "Sejak perang AS-Iran, depresiasi rupiah hanya 0,3 persen," ujarnya saat keterangan pers APBN Kita.
Menteri Purbaya membandingkannya dengan sejumlah negara di kawasan yang mata uangnya melemah lebih dalam. Misalnya Ringgit Malaysia terdepresiasi 0,5 persen dan Baht Thailand turun 1,6 persen.
"Jadi kita masih lumayan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter kita kuat. Fondasi perekonomian Indonesia juga baik," ujar Menkeu menegaskan.