OJK Respons Meningkatnya Eskalasi Timur Tengah

  • 03 Mar 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Ketegangan tersebut memicu gejolak di pasar keuangan global.

OJK meminta seluruh lembaga jasa keuangan meningkatkan kewaspadaan. Langkah antisipatif dinilai penting untuk memitigasi potensi dampak lanjutan.

Pejabat sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pihaknya mencermati serius perkembangan di Timur Tengah. Situasi itu dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas sektor keuangan domestik.

Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan industri keuangan nasional. OJK meminta lembaga jasa keuangan terus memantau dinamika global.

“Sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kita cermati bersama. Lembaga jasa keuangan kami minta terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan pasar keuangan itu sendiri,” ujar Frederica dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Sementara itu, Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan tekanan pasar saham domestik mulai mereda pada Februari 2026. Perkembangan tersebut terlihat dari pergerakan indeks di akhir bulan.

Ia menyebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.235,49 pada 27 Februari 2026. Secara month to date, IHSG terkoreksi 1,13 persen.

Sementara secara year to date, IHSG tercatat melemah 4,76 persen. Memasuki awal Maret 2026, volatilitas kembali meningkat akibat eskalasi konflik.

“OJK tentu terus memantau pergerakan pasar serta terus melakukan koordinasi dengan SRO, BEI, KSEI, dan KPEI. Termasuk juga para pelaku di industri pasar modal dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan,” ujar Hasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....