Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 di Kisaran 5,5-6 Persen

  • 23 Feb 2026 19:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen pada triwulan I 2026 secara tahunan (year-on-year). Jika tercapai, angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding 4,87 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Proyeksi pertumbuhan kuartal I 2026 mencapai sekitar 5,5 sampai 6 persen dan full year 2026, kalau di APBN kan 5,4 persen, tapi kita akan dorong ke arah 6 persen juga," ujarnya pada konferensi pers APBN Kita, Senin 23 Februari 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa kokohnya indikator makroekonomi sejak awal tahun menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan pada triwulan ini. Salah satunya tercermin dari indeks manufaktur (PMI) Indonesia yang berada di zona ekspansi selama enam bulan berturut-turut.

Selain itu, kepercayaan konsumen juga meningkat, dengan Indeks Kepercayaan Konsumen tercatat di level 134,8 poin, naik dari 131,6 poin sebelumnya. Menurut, Purbaya, berbagai indikator tersebut menunjukkan aktivitas produksi yang tetap bergeliat memasuki 2026, sementara masyarakat semakin percaya diri untuk meningkatkan konsumsi.

"Jadi secara keseluruhan, berbagai indikator ini memberi konfirmasi bahwa fondasi permintaan domestik tetap kokoh," ucapnya.

Hal ini memberi ruang yang kuat bagi ekonomi Indonesia untuk tumbuh terus secara berkelanjutan di tengah dinamika global. Guna memaksimalkan momentum tersebut, pemerintah menargetkan realisasi belanja negara sebesar Rp809 triliun pada triwulan I guna mendorong daya beli masyarakat.

Sebagai bagian dari belanja tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp62 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, pemerintah menyiapkan Rp55 triliun untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi 10,5 juta penerima yang mencakup ASN, TNI, dan Polri, yang rencananya akan cair pada pekan pertama Ramadan.

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp15 triliun, termasuk diskon tarif transportasi dan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram serta minyak goreng 2 liter bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat. "Saya harap itu akan dipastikan mendorong ekonomi di triwulan pertama tahun 2026 ini," ujarnya.

Selain kebijakan fiskal dan meningkatnya optimisme konsumen, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I juga diperkirakan terdorong faktor musiman. Yakni perayaan Imlek dan Idulfitri, yang secara historis selalu mendongkrak permintaan barang dan jasa.

Purbaya menambahkan, momentum libur dan cuti bersama, serta kebijakan work from anywhere (WFA), turut menopang aktivitas konsumsi masyarakat pada triwulan pertama 2026. "Faktor musiman serta kebijakan work from anywhere (WFA) turut menopang aktivitas konsumsi masyarakat pada triwulan pertama tahun 2026 ini," ucapnya. (rel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....