OJK Dorong Literasi Asuransi bagi Generasi Muda di UNEJ

  • 13 Feb 2026 16:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor perasuransian bagi generasi muda. Upaya ini dilakukan sebagai fondasi penguatan ketahanan keuangan masyarakat dan perekonomian nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono. Hal itu diungkapkan dalam kuliah umum bertajuk “Insights for the Future” di Universitas Jember (UNEJ), Kamis, 12 Februari 2026.

Menurut Ogi, risiko adalah bagian hidup yang tak terhindarkan. Kesediaan mengelola risiko menjadi pembeda, dan asuransi memberi perlindungan pada saat hal yang tidak diharapkan terjadi.

Ia menjelaskan, melalui asuransi masyarakat dapat mengalihkan potensi kerugian finansial kepada perusahaan asuransi sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga. Meski demikian, peran strategis sektor perasuransian masih perlu diperkuat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

“Karena siklus hidup manusia membutuhkan perlindungan terhadap risiko jiwa, kesehatan, dan keuangan. Kami mendorong generasi muda untuk mengelola keuangannya secara efektif, serta perlu memikirkan mitigasi terhadap potensi kerugian terjadinya risiko di masa depan,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis, 12 Februari 2026.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi asuransi tercatat 45,45 persen, sementara indeks inklusi asuransi sebesar 28,50 persen. Data ini menunjukkan masih adanya kesenjangan yang perlu dipersempit melalui edukasi berkelanjutan, terutama bagi generasi muda.

Ogi menekankan, generasi muda perlu mengelola keuangan secara efektif serta memikirkan mitigasi terhadap potensi risiko di masa depan. Asuransi dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pembangunan nasional.

Sementara itu, Rektor UNEJ Iwan Taruna menyebut kegiatan tersebut strategis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang fluktuatif. Menurutnya, sektor keuangan berperan vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko perekonomian.

“Kegiatan ini sangat strategis di tengah dinamika ekonomi yang sangat fluktuatif, baik nasional maupun global. Sektor keuangan berperan vital untuk mendorong pertumbuhan serta melindungi masyarakat dari berbagai isu perekonomian,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diisi diskusi panel bertema 'Asuransi, Generasi Muda, dan Kontribusi bagi Negeri' yang menghadirkan perwakilan asosiasi industri asuransi. Lebih dari 300 peserta, terdiri atas mahasiswa dan civitas academica UNEJ, mengikuti kuliah umum tersebut.

Sebagai rangkaian kegiatan, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara UNEJ dengan Asuransi Central Asia (ACA) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Kerja sama ini bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan serta membuka peluang kolaborasi pendidikan dan penelitian.

Melalui kegiatan ini, OJK menegaskan komitmennya untuk memperluas edukasi keuangan berkelanjutan di daerah. OJK juga memperkuat sinergi antara regulator, perguruan tinggi, dan industri asuransi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....