SMF Bangun Rumah di Kawasan Kumuh, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- 13 Feb 2026 16:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Surakarta - Sektor perumahan menjadi salah satu sektor yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Karena sektor ini memiliki efek berganda yang dapat menggerakkan sektor ekonomi lainnya.
"Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga independen sektor perumahan berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Ini terjadi melalui efek berganda yang signifikan dengan multiplier efek sebanyak 1,86 kali memicu aktivitas di berbagai sektor lainnya," kata Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Ananta Wiyogo dalam keterangan pers "Peran Kementerian Keuangan dalam Peningkatan Kualitas Pemukinan dan Pemberdayaan Masyarakat," di Surakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurut Ananta, setiap investasi Rp1 triliun di sektor perumahan, akan menghasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp1,9 triliun. Untuk itu, PT SMF melaksanan program penataan kawasan kumuh dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) nya.
Hal itu sesuai dengan mandat khusus PT SMF, sebagai unit yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Yakni memberikan pembiayaan di sektor perumahan.
Menurut Ananta, SMF telah melaksanakan program penataan kawasan kumuh sejak tahun 2018. Selama periode itu rumah yang disalurkan pada masyarakat sebanyak 747 juta rumah di 33 kota.
"Kegiatan CSR ini atas arahan dari Menteri Keuangan pada tahun 2018," ucap Ananta. Saat itu Menteri Keuangan masih dijabat Sri Mulyani Indrawati.
Program penataan kawasan kumuh menyasar masyarakat desil di bawah desil 2. Yakni penerima masyarakat yang penghasilannya tidak tetap dan tidak memiliki kemampuan mengangsur pembelian rumah.
Kawasan kumuh di kota Surakarta, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi yang ditata kembali oleh PT SMF. Penataan dilakukan bekerja sama dengan pemerintah kota Surakarta.
"Penataan kawasan kumuh di kota Surakarta sudah dilakukan dalam dua tahap. Tahun 2022 membangun 47 rumah, dan tahun 2025 dilakukan program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh di Sangkrah," ujar Ananta.
Di Sangkrah telah dibangun 56 unit rumah layak huni untuk 56 kepala keluarga, senilai hampir Rp5 miliar. PT SMF berkontribusi sebanyak 37 unit rumah.
"Sehingga total rumah yang telah dibangun SMF dalam program CSR penataan kawasan kumuh, sebanyak 84 unit rumah," ujar Ananta lagi.
Penataan dan pembangunan rumah di kawasan kumuh, sekaligus memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Diantaranya, SDGs-1 pengentasan kemiskinan, SDGs-3 kehidupan sehat dan sejahtera, SDJ-6 air bersih dan sanitasi layak, dan SDJ-11 kota dan pemukiman yang berkelanjutan.
"Program ini dirancang secara terpadu oleh pemerintah kota Surakarta melalui perbaikan infrastruktur, lingkungan, sanitasi, drainasi," ucap Ananta menjelaskan.
Kedepannya, tambah Ananta, SMF akan memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia likuiditas pembiayaan perumahan. Tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan daerah.
"Terutama untuk memastikan pembangunan perumahan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat," kata Ananta. Sekaligus mengatasi backlog perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....