IHSG Ditutup Turun, Terpengaruh Pelemahan Bursa Asia
- 05 Feb 2026 21:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Setelah bergerak di teritori positif saat pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merah di akhir sesi perdagangan. Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 0,53 persen atau 42,84 poin ke level 8.103,88.
“Pelemahan indeks antara lain dipicu oleh sentimen negatif dari melemahnya indeks di bursa Asia. Harga emas yang terkoreksi juga mempengaruhi sentimen di pasar modal, dan mendorong pelemahan IHSG,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca Juga:
IHSG Dibuka Menguat, Pasar Cermati Data Pertumbuhan Ekonomi
Rupiah Makin Loyo Karena Tekanan Dolar AS
Padahal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 sebesar 5,39 persen lebih tinggi dari perkiraan. Tapi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 hanya 5,11 persen, lebih rendah dari target pemerintah 5,11 perseb.
Berdasarkan data BEI, hari ini sebanyak 370 saham harganya turun dan 314 saham harganya naik. Saham sektor barang primer naik paling kuat 0,79 persen, saham sektor industrials turun paling dalam -1,35 persen.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 33,62 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,49 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp20 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.645 triliun.
Tim Phintraco menyebutkan, bursa saham di kawasan Asia mayoritas melemah pada penutupan perdagangan hari ini. “Indeks Kospi Korea Selatan turun paling dalam akibat terkoreksinya saham produsen chip,” ucapnya.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh turunnya harga emas ke level USD5.000 per troi ons. Harga emas turun dipicu komentar Gubernur Fed, Lisa Cook yang mengatakan tidak akan mendukung penurunan suku bunga tambahan.
“Cook lebih memprioritaskan risiko inflasi daripada indikasi perlambatan data tenaga kerja,” ujar Tim Phintraco. Situasi ini dikombinasikan dengan sentimen pasar terhadap pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua the Fed berikutnya.
Pencalonan Warsh memicu perkiraan investor terhadap prospek penurunan suku bunga. Investor, kata Kevin, cenderung memprediksi penurunan suku bunga lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....