Pengamat UNP Apresiasi Komitmen Friderica Perkuat Pasar Modal

  • 01 Feb 2026 19:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat kebijakan publik mengapresiasi komitmen Friderica Widyasari Dewi sebagai Pelaksana Tugas Ketua Dewan Komisioner OJK untuk mempercepat reformasi pasar modal. Upaya ini dianggap penting untuk memperkuat stabilitas dan daya tarik investasi nasional.

“Komitmen untuk mempercepat reformasi pasar modal patut diapresiasi. Karena pasar modal berperan penting dalam pembiayaan pembangunan nasional,” ujar  Pengamat Kebijakan Publik Universitas Negeri Padang (UNP) Dr. Genius Umar kepada RRI.CO.ID, Minggu, 1 Februari 2026.

Genius menekankan pasar modal juga berfungsi memperluas basis investasi dan memperkuat ketahanan sistem keuangan. “Karena itu, kesinambungan agenda reformasi menjadi kebutuhan bersama, baik bagi regulator, pelaku pasar, maupun masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Genius mengingatkan bahwa reformasi pasar modal merupakan proses jangka panjang. “Reformasi mencakup penguatan pengawasan, peningkatan transparansi emiten, perlindungan investor, terutama investor ritel, serta penegakan aturan yang konsisten,” ujarnya.

Genius menjelaskan, janji percepatan reformasi harus dipahami sebagai upaya memperbaiki kualitas pasar secara berkelanjutan. “Percepatan bukan sekadar mengejar hasil cepat jangka pendek, tetapi memperkuat fondasi pasar secara sistematis,” kata Genius.

Menurut Genius, dalam situasi transisi kepemimpinan, kehati-hatian tetap menjadi prinsip utama. “OJK memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan antara dorongan pertumbuhan pasar dan pengelolaan risiko,” ujarnya.

Genius juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan dan kejelasan komunikasi publik untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar. “Kepastian penegakan hukum menjadi kunci agar pasar tetap kredibel dan stabil,” katanya.

Ia mendorong pemerintah dan DPR segera menetapkan pimpinan OJK definitif untuk memperkuat legitimasi pengambilan keputusan strategis. “Pada akhirnya, keberhasilan reformasi pasar modal ditentukan oleh konsistensi kebijakan dan kekuatan institusi, bukan semata status kepemimpinan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....